PALEMBANG — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahiddin, mengonfirmasi kabar duka tersebut di Palembang pada Selasa. Ia menjelaskan bahwa keempat jamaah tersebut wafat bukan pada hari yang sama, melainkan secara bertahap dalam beberapa hari terakhir saat masih menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Salah satu di antaranya dilaporkan meninggal sekitar tiga hari lalu.
Rincian asal daerah para jamaah yang wafat menunjukkan tiga orang merupakan warga Sumatera Selatan. Satu jamaah lainnya tercatat berasal dari Bangka Belitung, menjadikannya satu-satunya perwakilan dari provinsi tersebut dalam daftar duka Debarkasi Palembang tahun ini.
Di tengah kabar duka tersebut, kepulangan kloter pertama Debarkasi Palembang tetap berlangsung tanpa hambatan. Sebanyak 443 orang tiba dengan selamat, terdiri atas 438 jamaah haji dan lima petugas pendamping. Rinciannya, 437 jamaah berasal dari Kabupaten OKU Timur, satu jamaah dari Banyuasin, serta satu petugas haji daerah (PHD) dan empat petugas kloter.
“Alhamdulillah, kloter ini sebagaimana pemberangkatan, kembalinya juga utuh seperti semula,” ujar M. Arkan Nurwahiddin. Ia menegaskan bahwa tidak ada pengurangan jumlah jamaah selama proses keberangkatan hingga pemulangan kloter perdana tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai penyebab pasti meninggalnya keempat jamaah tersebut. Proses pemulasaraan jenazah di Arab Saudi biasanya mengikuti prosedur yang ditetapkan otoritas setempat, termasuk kemungkinan pemakaman di Tanah Suci atau pemulangan ke Indonesia jika diizinkan. Keluarga almarhum di Bangka Belitung dan Sumatera Selatan masih menunggu informasi resmi dari petugas haji di lapangan.
Debarkasi Palembang sendiri melayani pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji dari Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Total jamaah yang diberangkatkan melalui embarkasi ini mencapai ribuan orang setiap musim haji, dengan pengawasan ketat selama proses ibadah di Arab Saudi.