Ducati Kena Masalah Start di MotoGP 2025, Morbidelli Bilang GP24 Lebih Mirip Roket

Penulis: Fajar  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 02:04:01 WIB
Francesco Bagnaia mengungkapkan tantangan start motor Ducati GP25 di MotoGP 2025.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Masalah start yang dihadapi Ducati pada MotoGP 2025 mulai terkuak. Bukan sekadar keluhan biasa, rider seperti Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli sama-sama mengakui motor terbaru pabrikan Borgo Panigale ini punya karakter aneh saat melepas kopling.

Bagnaia, pebalap pabrikan Ducati Lenovo, menjadi yang paling vokal. Di sirkuit Mugello, Italia, ia menjelaskan detail masalah teknis yang dihadapinya.

"Sekarang, begitu saya mulai melepaskan kopling dengan sangat perlahan, motor langsung melakukan wheelie dan tak pernah kembali ke posisi semula," ujar Bagnaia, dikutip dari keterangan resmi tim.

Juara dunia bertahan itu menambahkan bahwa ia harus mengubah gaya start-nya secara drastis. Jika melepas kopling sesuai keinginan, roda depan langsung terangkat. "Hingga saya memasukkan gigi kedua, motor tidak kembali normal," sambungnya.

GP24 vs GP25: Perbedaan Karakter Start yang Mencolok

Franco Morbidelli memberikan perspektif menarik dengan membandingkan motor Ducati musim lalu dan musim ini. Menurutnya, GP24 adalah tolok ukur start sempurna yang kini hilang.

"Saya rasa saya sudah mengatakan kemarin (Sabtu) bahwa GP24 itu seperti roket, motor tahun lalu," terang Morbidelli, yang finis di urutan ke-14 di MotoGP Italia.

Ia menjelaskan motor tahun ini justru sebaliknya. "Motor tahun ini, kami sering melakukan wheelie, dan cukup sulit memulai dari garis start," sambung pebalap Italia keturunan Brasil itu.

Akar Masalah: Bukan Sekadar Ride Height Device

Ducati selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai motor dengan start terbaik berkat sistem ride height device. Perangkat ini menekan bagian belakang motor saat start, mencegah wheelie dan memaksimalkan traksi.

Namun musim ini, sistem tersebut seolah tidak bekerja optimal. Morbidelli menilai masalah utamanya bukan pada hardware, melainkan pada setup atau pengaturan motor yang sangat sempit.

"Banyak hal yang sulit pada motor ini, masalahnya adalah bagaimana menempatkannya pada rentang waktu yang tepat," jelas Morbidelli.

Ia menegaskan bahwa motor ini tetap punya potensi start cepat jika semua parameter berada dalam kondisi ideal. "Jika semuanya berjalan lancar, Anda bisa menampilkan performa hebat dengan motor ini," ujarnya.

Dampak di Lintasan: Start Buruk Bikin Gagal Saingan

Masalah ini bukan sekadar teori. Di MotoGP Italia, Morbidelli menjadi korban langsung. Start buruk membuatnya langsung kehilangan posisi dan gagal bersaing di barisan depan.

Kondisi serupa juga dikeluhkan Bagnaia di beberapa seri sebelumnya. Start yang lambat memaksa ia harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan, sesuatu yang tidak pernah terjadi di era kejayaan Ducati.

Para insinyur Ducati kini menghadapi teka-teki: bagaimana mengembalikan karakter start agresif GP24 tanpa mengorbankan aspek lain dari motor GP25. Jika tidak segera ditemukan solusi, musim ini bisa menjadi mimpi buruk bagi pabrikan asal Italia tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top