KOBA — Target aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Bangka Tengah masih jauh dari harapan. Hingga Mei 2026, capaiannya baru empat persen, setengah dari target delapan persen yang dipatok pemerintah pusat.
Kepala Disdukcapil Bangka Tengah, Noordianto, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. "Kita terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan IKD," kata Noordianto di Koba, Kamis (5/6).
Disdukcapil Bangka Tengah menyadari bahwa mempercepat validasi data tidak bisa dilakukan secara merata ke semua lapisan usia. Oleh karena itu, sosialisasi lebih difokuskan kepada generasi muda.
"Untuk mempercepat validasi, sosialisasi lebih kita fokuskan kepada generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital," ujar Noordianto. Langkah ini diambil agar adopsi IKD bisa meluas secara organik dari kelompok usia produktif ke kelompok lainnya.
Melalui IKD, masyarakat bisa mengakses dokumen kependudukan secara cepat dan aman tanpa harus membawa dokumen fisik. Namun, salah satu hambatan terbesar justru datang dari sektor perbankan yang selama ini masih mensyaratkan fotokopi identitas nasabah.
"Biasanya pihak bank selalu membutuhkan data identitas nasabah dalam bentuk fisik, maka kami mencoba berkoordinasi dengan pihak bank untuk bisa menerima data identitas nasabah secara digital," kata Noordianto.
Disdukcapil Bangka Tengah bahkan menargetkan penerapan konsep zero fotokopi, alias tanpa penggunaan dokumen identitas dalam bentuk salinan fisik. Ini artinya, jika koordinasi dengan perbankan berhasil, masyarakat tak perlu lagi repot-repot memfotokopi KTP untuk keperluan administrasi perbankan.
Noordianto optimistis target aktivasi IKD bisa tercapai. "Kita optimistis, dengan sosialisasi yang gencar target IKD bisa tercapai sesuai harapan," ujarnya.
Disdukcapil Bangka Tengah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga perbankan, untuk memastikan identitas digital bisa diterima di semua lini pelayanan publik. Jika berhasil, transformasi digital kependudukan di Bangka Tengah bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Kepulauan Bangka Belitung.