KOBA — Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bangka Tengah, Noordianto, menyebutkan pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan IKD.
Mengapa Capaian IKD Masih Rendah?
Noordianto menjelaskan bahwa melalui IKD, masyarakat dapat mengakses dokumen kependudukan secara cepat, tepat, dan aman tanpa harus selalu membawa dokumen fisik. Namun, kesadaran dan pemahaman warga terhadap sistem digital ini masih perlu ditingkatkan.
"Kita terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan IKD," kata Noordianto di Koba, Kamis (5/6).
Strategi Kejar Target: Generasi Muda Jadi Sasaran Utama
Untuk mempercepat validasi data dan mengejar target nasional, Disdukcapil Bangka Tengah memutuskan untuk memfokuskan sosialisasi kepada generasi muda. Kelompok ini dinilai lebih cepat beradaptasi dengan teknologi digital dan bisa menjadi agen perubahan bagi keluarga mereka.
"Untuk mempercepat validasi, sosialisasi lebih kita fokuskan kepada generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital," ujar Noordianto.
Kendala di Sektor Perbankan dan Target Zero Fotokopi
Disdukcapil Bangka Tengah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga perbankan, untuk memperluas penerimaan IKD. Selama ini, perbankan masih banyak membutuhkan data identitas nasabah dalam bentuk fisik, sehingga diperlukan penyesuaian sistem agar identitas digital dapat diterima dalam pelayanan perbankan.
"Biasanya pihak bank selalu membutuhkan data identitas nasabah dalam bentuk fisik, maka kami mencoba berkoordinasi dengan pihak bank untuk bisa menerima data identitas nasabah secara digital," kata Noordianto.
Ke depan, Disdukcapil Bangka Tengah menargetkan penerapan konsep zero fotokopi atau tanpa penggunaan dokumen identitas dalam bentuk fotokopi. Noordianto optimistis target aktivasi IKD bisa tercapai seiring dengan gencarnya sosialisasi yang dilakukan.
"Kita optimistis, dengan sosialisasi yang gencar target IKD bisa tercapai sesuai harapan," ujarnya.