KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN, Lazuardi Nasution, mengatakan bahwa pembangunan kota masa depan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. “Enviwalk menjadi langkah nyata untuk memperkuat budaya berjalan kaki sekaligus memperkenalkan konsep mobilitas rendah emisi yang akan menjadi bagian penting dari kehidupan di Nusantara,” ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.
Ratusan peserta dari berbagai kalangan—pegawai Otorita IKN, ASN, komunitas lingkungan, hingga warga sekitar—mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” tersebut. Salah satu momen yang menyedot perhatian adalah parade busana berbahan daur ulang.
Suwati Ninggisih, warga Sepaku, tampil mengenakan pakaian dari plastik bekas yang dirancang selama sepekan. Ia mengaku ingin menyampaikan pesan soal pengurangan sampah dan pemanfaatan kembali barang bekas. Menurutnya, edukasi semacam ini efektif karena dikemas secara kreatif dan mudah diterima masyarakat.
Sebelum Enviwalk, Otorita IKN telah menyelenggarakan Pameran Daur Ulang di Sentra Massa IKN pada 14–16 Juni 2026. Pameran itu menampilkan sejumlah inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan, mulai dari budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengelolaan bank sampah, hingga produk kreatif hasil olahan material bekas yang memiliki nilai ekonomi.
Otorita IKN berharap rangkaian kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran kolektif warga terhadap aksi iklim. Langkah sederhana seperti berjalan kaki, mengurangi sampah plastik, dan mendaur ulang limbah diyakini dapat berdampak besar bagi terciptanya Nusantara sebagai kota hijau dan rendah emisi di masa depan.