Pencarian

Pemkab Bangka Barat Gandeng IPB Kaji Pembentukan BUMD Pangan, Target Serap Hasil Petani dan Nelayan Lokal

Rabu, 17 Juni 2026 • 16:37:31 WIB
Pemkab Bangka Barat Gandeng IPB Kaji Pembentukan BUMD Pangan, Target Serap Hasil Petani dan Nelayan Lokal
Tim Pemkab Bangka Barat bersama akademisi IPB melakukan kajian kelayakan pembentukan BUMD pangan.

MENTOK — Rencana pembentukan BUMD pangan di Bangka Barat memasuki babak baru. Pemerintah kabupaten melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset (Bapperida) kini bekerja sama dengan sejumlah akademisi IPB untuk melakukan kajian dan valuasi kelayakan.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, menyatakan kajian ini menjadi fondasi penting sebelum perusahaan daerah benar-benar dibentuk. "Tahun ini kita mulai serius gagasan pembentukan BUMD pangan. Pemkab melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset bekerjasama dengan sejumlah akademisi IPB melakukan kajian dan valuasi atas kelayakan pendirian BUMD Pangan," ujarnya di Mentok, Rabu.

Mengapa Bangka Barat Butuh BUMD Pangan?

Menurut Bambang, posisi geografis Bangka Barat menjadi modal utama. Berada di ujung barat Pulau Bangka, daerah ini memiliki kedekatan dengan sejumlah sentra produksi beras seperti Kabupaten Banyuasin (Sumsel) dan Lampung. Kedekatan jarak ini diyakini mampu menekan biaya transportasi dan menciptakan efisiensi distribusi.

"Komoditas lain, misalnya minyak goreng Minyakita, produsen terdekat ada di Kabupaten Belitung Timur, jarak dengan daerah itu masih dapat dipendekkan dalam jalur distribusi barang," jelas Bambang.

Peran Strategis: Dari Pembeli Siaga hingga Pemasok Program Nasional

BUMD pangan yang direncanakan tidak hanya bertugas mendistribusikan sembako. Badan usaha ini juga akan berperan sebagai offtaker atau pembeli siaga untuk produk-produk lokal. Mulai dari telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga bumbu dapur dari petani, peternak, dan nelayan setempat akan diserap untuk memenuhi kebutuhan besar.

Salah satu sasaran utama pasokan bahan baku dari BUMD nantinya adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program nasional. "Kebutuhan pasokan bahan baku untuk dapur SPPG cukup banyak, karena program yang dijalankan saat ini merupakan program nasional," kata Bambang.

Keberadaan BUMD ini juga diharapkan menjadi jembatan antara hasil produksi masyarakat dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah gencar dikembangkan.

Tak Cuma Pangan, BUMD Juga Akan Pasarkan Air Minum Daerah

Rencana bisnis BUMD pangan tidak terbatas pada komoditas pokok. Pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan aset yang sudah ada, salah satunya air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh Perumdam Tirta Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat. "Pemasaran AMDK ini salah satu potensi yang akan dioptimalkan daerah saat ini," pungkas Bambang.

Dengan kajian dari IPB, Pemkab Bangka Barat optimistis BUMD pangan bisa menjadi instrumen fiskal dan sosial yang efektif, mengalirkan manfaat langsung ke petani, nelayan, dan konsumen di daerah.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks