SUNGAILIAT — Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto, memastikan ketersediaan pangan pokok di daerahnya dalam kondisi aman. Berdasarkan data yang dihimpun Pemkab Bangka, stok komoditas utama seperti beras, gula, tepung, dan minyak goreng mencukupi hingga sepekan mendatang.
Ismir mengungkapkan, stok beras yang tersedia sebanyak 80,2 ton, gula pasir 12,5 ton, tepung terigu 14,4 ton, dan minyak goreng 15,7 ton. Jumlah ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi warga Kabupaten Bangka tanpa kendala.
"Sampai enam hari ke depan dari sekarang, bahan pangan pokok untuk masyarakat yang dijual oleh sejumlah pelaku usaha masih mencukupi," kata Ismir di Sungailiat, Senin.
Selain stok, harga bahan pokok juga terpantau stabil di pasaran. Berdasarkan data di tingkat agen dan pedagang pengecer, harga beras kemasan 10 kilogram berkisar antara Rp140.000 hingga Rp155.000. Sementara itu, gula pasir dibanderol Rp18.000 per kilogram, tepung terigu Rp12.000 hingga Rp14.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan Rp20.000 sampai Rp22.000 per liter.
Pemkab Bangka memastikan terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional Sungailiat. "Kami terus memantau perkembangan stok dan harga di pasar baik di tingkat agen maupun di tingkat pedagang pengecer di pasar tradisional Sungailiat," ujar Ismir.
Meski seluruh pasokan bahan pangan pokok didatangkan dari luar Pulau Bangka Belitung, Ismir menegaskan tidak ada hambatan dalam distribusi. Pihaknya rutin berkoordinasi dengan distributor di Kota Sungailiat dan Kota Pangkalpinang untuk memastikan jalur pasokan tetap lancar.
"Selain memantau stok dan harga di pasar, kami rutin berkoordinasi dengan sejumlah distributor baik yang di Kota Sungailiat ataupun distributor dari Kota Pangkalpinang guna memastikan ketersediaan stok bahan pangan pokok tidak mengalami kendala pasokan," jelas dia.
Dengan kondisi ini, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pemkab Bangka menjamin pasokan tetap terkendali selama masa enam hari ke depan dan siap melakukan antisipasi jika terjadi lonjakan permintaan.