Mantan CEO Infosys Dirikan Startup AI Services Hang Ten Systems, Kantongi Pendanaan Awal Rp 514 Miliar

Penulis: Fajar  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 08:35:31 WIB
Vishal Sikka resmi meluncurkan Hang Ten Systems, startup jasa TI berbasis AI dengan pendanaan awal USD 32 juta.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Hang Ten Systems, perusahaan rintisan anyar di bidang jasa teknologi informasi (TI) berbasis kecerdasan buatan (AI), resmi diperkenalkan ke publik pada Rabu (16/4). Startup ini didirikan oleh Vishal Sikka, tokoh yang pernah menjabat sebagai CEO Infosys—salah satu perusahaan jasa TI terbesar di India—dan sebelumnya menghabiskan 12 tahun membangun perangkat lunak enterprise di SAP. Sikka juga sempat duduk di jajaran direksi Oracle.

Apa yang Ditawarkan Hang Ten Systems?

Hang Ten Systems mengklaim mampu membantu perusahaan besar membangun, memodifikasi, dan mengoperasikan perangkat lunak secara berkelanjutan menggunakan teknologi AI. Pendekatan yang mereka usung adalah "AI-native", di mana proses pengembangan kode, otomatisasi, dan pengelolaan proyek dilakukan oleh agen AI yang bisa digunakan kembali (reusable AI skills).

Startup ini sudah mengantongi klien awal, termasuk Siemens Gamesa Renewable Energy dan Fresenius. Dalam sebuah posting blog, Sikka menyebut perusahaannya siap membantu klien "menunggangi ombak terbesar di zaman kita."

Pendanaan Awal dan Jajaran Investor

Pendanaan tahap awal (seed round) Hang Ten Systems mencapai USD 32 juta. Putaran ini dipimpin oleh Mayfield, dengan partisipasi strategis dari Aramco Ventures serta sejumlah investor individu. Menariknya, dewan direksi startup ini turut diisi oleh Jerry Yang, salah satu pendiri Yahoo.

Navin Chaddha, Managing Partner Mayfield, mengatakan kepada TechCrunch bahwa Hang Ten "baru mulai sebulan lalu" namun sudah memiliki pelanggan. Menurut Chaddha, Mayfield memilih mendanai Hang Ten karena rekam jejak Sikka dan keyakinan bahwa model bisnis berbasis AI bisa tumbuh secara berbeda dari perusahaan jasa TI tradisional.

"Perusahaan jasa tradisional tumbuh linear seiring jumlah karyawan. Hang Ten dibangun agar daya ungkitnya bertambah seiring setiap proyek," ujar Chaddha.

Perbedaan dengan Startup Sebelumnya: VianAI

Sebelum mendirikan Hang Ten, Sikka meluncurkan VianAI pada 2019. VianAI fokus pada aplikasi AI enterprise dan alat analitik untuk membantu pengambilan keputusan bisnis. Startup itu sempat mengumpulkan dana USD 190 juta, termasuk dari SoftBank Vision Fund 2 pada 2021.

Chaddha menegaskan Hang Ten berbeda dari VianAI. Jika VianAI berfokus pada alat analitik, Hang Ten adalah perusahaan jasa AI yang mengerjakan langsung proyek pengembangan perangkat lunak untuk klien. Tim awal Hang Ten terdiri dari para eksekutif yang pernah bekerja sama dengan Sikka di SAP, Infosys, dan VianAI, termasuk Navin Budhiraja (CTO), Sanjay Rajagopalan (Chief Design Officer), dan Tao Liu (SVP of Forward Deployed Engineering).

Dampak AI bagi Industri Jasa TI

Kemunculan Hang Ten terjadi di tengah perdebatan sengit soal dampak AI terhadap industri jasa TI. Sejumlah analis di Jefferies berpendapat bahwa sektor ini termasuk yang pertama kali akan mengalami disrupsi signifikan akibat AI. Namun, Nandan Nilekani, Chairman Infosys, justru optimistis AI akan memperbesar pasar yang bisa digarap.

Infosys sendiri baru-baru ini menyampaikan kepada investor bahwa "layanan berbasis AI" berpotensi menjadi pasar senilai USD 300-400 miliar pada 2030. Optimisme ini muncul di tengah kinerja saham Infosys yang turun lebih dari 35% sepanjang tahun ini, menandakan investor masih wait and see terhadap masa depan model bisnis tradisional.

Rencana Ekspansi

Hang Ten Systems saat ini berkantor pusat di Bay Area, Amerika Serikat. Perusahaan membuka lowongan di berbagai bidang, termasuk delivery, engineering, sales, dan kepemimpinan. Rencananya, Hang Ten akan memperluas operasi ke beberapa lokasi global untuk memenuhi permintaan enterprise yang terus meningkat.

Bagi pengamat industri TI di Indonesia, kehadiran Hang Ten patut dicermati. Model layanan berbasis AI seperti ini berpotensi mengubah cara perusahaan lokal mengelola proyek pengembangan perangkat lunak—dari yang semula mengandalkan tim besar, menjadi lebih efisien dengan bantuan agen AI.

Reporter: Fajar
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top