JAKARTA — Pasar logam mulia Tanah Air mencatatkan pergerakan harga yang kontras pada hari ini. Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp1.825.000, tak berubah dari posisi kemarin. Sementara itu, harga buyback yang menjadi acuan investor saat menjual emas kembali ke Antam justru ambles ke level Rp1.655.000 per gram, turun Rp52.000 dari sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga buyback yang melebar ini menjadi perhatian pelaku pasar. Biasanya, pergerakan kedua harga tersebut bergerak seirama. Namun, kali ini Antam memutuskan untuk memangkas harga beli kembali secara agresif tanpa mengubah harga jual.
Kebijakan ini secara langsung memengaruhi nilai likuiditas emas bagi pemiliknya. Investor yang berniat mencairkan emas batangan hari ini akan menerima dana yang lebih kecil dibandingkan perkiraan, meskipun harga jual di butik Antam tidak berubah.
Sepanjang pekan ini, harga emas Antam sempat menyentuh level tertinggi di Rp1.840.000 per gram pada awal pekan, sebelum akhirnya kembali ke posisi Rp1.825.000. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar dolar AS dan ekspektasi pasar terhadap suku bunga acuan global.
Harga buyback yang anjlok hari ini menjadi pengingat bahwa harga jual dan harga beli kembali tidak selalu bergerak beriringan. Keputusan Antam ini bisa jadi merupakan respons terhadap dinamika permintaan pasar logam mulia dalam negeri.
Penurunan harga buyback sebesar Rp52.000 per gram ini cukup signifikan, terutama bagi investor ritel yang biasa menyimpan emas dalam jumlah kecil. Untuk emas batangan 10 gram misalnya, selisih harga buyback dengan harga jual saat ini mencapai lebih dari Rp1,7 juta.
Kondisi ini membuat opsi menjual emas kembali ke Antam menjadi kurang menguntungkan dalam jangka pendek. Pemilik emas disarankan untuk tidak terburu-buru menjual dan menunggu momentum pasar yang lebih stabil.
Harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25% untuk pemegang NPWP. Untuk pembelian tanpa NPWP, dikenakan PPh 0,45%.
Potensi kenaikan harga buyback sangat bergantung pada pergerakan harga acuan emas global dan kebijakan Antam dalam merespons permintaan pasar. Jika harga emas dunia kembali menguat, bukan tidak mungkin Antam akan me