KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Samsung resmi memperkenalkan Galaxy A27 5G sebagai penerus lini A series di segmen menengah. Smartphone ini membawa sejumlah peningkatan signifikan dibanding pendahulunya, mulai dari kualitas layar, performa, hingga fitur AI yang lebih lengkap. Perangkat ini juga sudah mendukung jaringan 5G untuk kebutuhan koneksi cepat.
Galaxy A27 5G menjadi salah satu ponsel menengah pertama yang mengadopsi paket fitur Awesome Intelligence. Salah satu andalannya adalah Circle to Search yang kini bisa mengenali lebih dari satu objek dalam satu gambar. Pengguna bisa mencari informasi produk seperti pakaian atau aksesori hanya dengan melingkari objek tersebut. Fitur ini juga mendukung virtual try-on untuk mencoba item secara digital.
Fitur AI lainnya termasuk Object Eraser untuk menghapus objek pengganggu di foto, serta Voice Transcription yang mampu mengubah rekaman suara menjadi teks dan menerjemahkannya ke puluhan bahasa. Perangkat ini juga kompatibel dengan asisten AI populer seperti Google Gemini, Perplexity, dan Bixby.
Dari segi ketahanan, Galaxy A27 5G mengantongi sertifikasi IP64 yang tahan debu dan cipratan air. Sistem keamanan diperkuat oleh Samsung Knox Vault yang bekerja di level perangkat keras.
Samsung menjanjikan pembaruan perangkat lunak jangka panjang untuk Galaxy A27 5G. Perangkat ini akan mendapatkan update sistem operasi Android dan One UI hingga enam generasi, serta patch keamanan selama enam tahun. Komitmen ini membuat ponsel tetap aman dan mendapatkan fitur terbaru dalam waktu lama.
Samsung Galaxy A27 5G mulai dijual perdana pada 3 Juli 2025. Harga resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Namun, melihat spesifikasi yang ditawarkan, ponsel ini diprediksi akan menjadi pesaing kuat di segmen menengah.
Secara keseluruhan, Galaxy A27 5G menawarkan paket lengkap: layar mulus 120Hz, performa Snapdragon 6 Gen 3, kamera dengan OIS, fitur AI yang fungsional, serta jaminan update software panjang. Ponsel ini cocok bagi pengguna yang ingin beralih ke perangkat 5G tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, atau bagi mereka yang menginginkan pengalaman flagship-like di kelas menengah.