KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kegiatan bertajuk "Seminar Halal Food & Tourism" itu digelar di Aula RRI Lhokseumawe. Pertamina berkolaborasi dengan Generasi Emas Indonesia (GESID) Halal Center dan RRI setempat untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang rantai pasok halal, mulai dari sertifikasi hingga pemasaran.
Ketua Umum GESID Halal Center Lhokseumawe, Maimun Saleh, menilai pengembangan ekosistem halal tidak bisa berjalan sendiri. "Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Melalui sinergi tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya memenuhi standar kehalalan produk, tetapi juga semakin kompetitif," ujar Maimun dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).
Para peserta yang terdiri dari sembilan anggota kelompok binaan CSR Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe dan puluhan pelaku UMKM lainnya mendapat materi dari berbagai narasumber. Kepala RRI Lhokseumawe memaparkan peran media dalam mempromosikan wisata halal, sementara Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan setempat mengulas potensi produk lokal dan ketahanan pangan.
Dari sisi regulasi, Kementerian Agama Kota Lhokseumawe memberikan materi teknis soal prosedur sertifikasi halal. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM turut membahas strategi penguatan industri halal yang berdaya saing. Sebagai simbol komitmen, acara ditutup dengan penyerahan sertifikat halal kepada salah satu UMKM lokal.
Supervisor HSSE & Fleet Safety Pertamina Patra Niaga IT Lhokseumawe, Arnoldus Setyawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. "Pertamina meyakini bahwa penguatan ekosistem halal dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat," jelas Arnoldus.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. "Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam memperkuat daya saing UMKM," ujar Fahrougi.
Lewat sinergi ini, Pertamina berharap terbangun jejaring yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan di Lhokseumawe. Tujuannya bukan sekadar memenuhi standar kehalalan, tetapi juga mendorong produk lokal agar mampu bersaing di pasar regional dan nasional secara berkelanjutan.