Noni menjelaskan posyandu tidak lagi sekadar tempat menimbang balita, memberikan imunisasi, atau membagikan vitamin. Enam SPM yang kini diemban meliputi layanan kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
"Sekarang ini posyandu sudah berkembang, bukan lagi sekadar tempat imunisasi, mendapatkan vitamin atau menimbang dan memeriksakan balita saja," kata Noni di Belitung, Rabu.
Dengan cakupan layanan yang meluas, posyandu diharapkan menjadi titik temu pertama bagi warga desa yang menghadapi persoalan sosial. Noni menyatakan kader posyandu kini harus mampu menampung berbagai keluhan, mulai dari anak putus sekolah, warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan pemerintah, hingga masalah ketenteraman lingkungan sekitar.
"Data dari persoalan-persoalan yang terkumpul akan diteruskan secara berjenjang ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat oleh pemerintah," ujarnya.
Di tengah perluasan peran ini, Noni mengingatkan para kader untuk tidak mengabaikan soal administrasi. Ia menyebut kelengkapan administrasi bukan sekadar urusan tata kelola organisasi, melainkan indikator penting dalam penilaian posyandu, termasuk saat mengikuti perlombaan.
"Administrasi harus dipenuhi sesuai petunjuk teknis. Kalau administrasinya lengkap tentunya akan lebih mudah memenuhi indikator penilaian dan meningkatkan kualitas posyandu," katanya.
Noni meminta para kader tetap semangat memberikan dedikasi dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap semangat gotong royong dan pengabdian terus terjaga demi mewujudkan pelayanan yang semakin berkualitas.
"Mudah-mudahan ibu-ibu kader posyandu mendapatkan amal jariah karena telah banyak membantu masyarakat. Semoga keberadaan posyandu benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh warga," pungkasnya.