KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Penurunan harga BBM nonsubsidi periode Juli 2026 dikonfirmasi oleh PT Pertamina (Persero) melalui pengumuman resmi yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Meski demikian, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) masih bertahan tanpa perubahan. Kebijakan ini diumumkan bersamaan dengan penetapan harga yang berlaku di seluruh Indonesia per 2 Juli 2026.
Untuk wilayah Jawa, harga BBM nonsubsidi yang mengalami penyesuaian adalah sebagai berikut:
Sementara itu, harga BBM lain seperti Pertalite (RON 90) masih di Rp10.000 per liter, Biosolar Subsidi di Rp6.800 per liter, Pertamax (RON 92) di Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 di Rp17.000 per liter. Harga Pertamax di Pertashop juga tercatat Rp16.150 per liter.
Pertamina memberlakukan harga yang tidak seragam di luar Pulau Jawa. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yakni biaya logistik dan distribusi, kondisi geografis, serta kebijakan khusus di kawasan tertentu seperti Free Trade Zone (FTZ). Akibatnya, konsumen di wilayah timur Indonesia atau daerah terpencil biasanya membayar lebih mahal untuk jenis BBM yang sama.
Penurunan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada Juli 2026 memberikan sedikit ruang bagi pengguna kendaraan untuk menekan biaya operasional harian. Pemilik mobil diesel yang menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex, misalnya, akan merasakan penghematan langsung setiap kali mengisi tangki. Sebaliknya, pengguna Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak merasakan perubahan apa pun pada periode ini.
Moladin mengingatkan agar pemilik kendaraan selalu memilih jenis BBM yang sesuai dengan rasio kompresi mesin dan rekomendasi pabrikan. Menggunakan bahan bakar dengan oktan terlalu rendah dapat menyebabkan knocking dan menurunkan performa, sementara oktan terlalu tinggi pada mesin standar hanya membuang uang. Pastikan juga untuk memantau informasi harga terbaru di setiap daerah sebelum mengisi bahan bakar.