PANGKALPINANG — Anthoni Ramli menegaskan bahwa permintaan maaf seharusnya disampaikan secara terbuka di hadapan pihak yang dirugikan, bukan melalui jalur yang keliru. Ia merujuk pada insiden dugaan pengancaman dan intervensi yang dialami Dion Firnanda, wartawan Babelaktual.com.
Menurut Anthoni, secara keanggotaan, Dion Firnanda tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, perusahaan media Babelaktual.com merupakan anggota Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Babel.
“Kami menilai klarifikasi dan permohonan maaf yang disampaikan Is melalui beberapa media online salah alamat dan kurang etis. Harusnya klarifikasi dan permintaan maaf itu dilakukan secara terbuka kepada yang bersangkutan dan organisasi pers tempat Dion bernaung yakni PWI dan JMSI,” kata Anthoni dalam keterangannya, Senin.
Sebelumnya, Is yang merupakan oknum pegawai Kantor Wilayah Kemenkumham Babel melayangkan klarifikasi dan permintaan maaf terkait insiden tersebut melalui sejumlah media. Namun, langkah itu justru dilakukan di kantor Kepolisian (KBO), bukan kepada Dion secara langsung atau kepada organisasi pers yang menaunginya.
Anthoni menilai tindakan itu menunjukkan ketidakpahaman Is terhadap etika penyelesaian sengketa yang melibatkan insan pers. Ia mengingatkan bahwa intervensi terhadap wartawan adalah pelanggaran serius terhadap kemerdekaan pers.
PWI Babel mendorong agar persoalan ini diselesaikan secara proporsional. Anthoni meminta Is untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara resmi dan terbuka di forum organisasi pers yang sah, yakni PWI dan JMSI.
“Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Tapi ada tata cara yang harus dihormati. Permintaan maaf bukan sekadar formalitas, tapi harus menunjukkan itikad baik dan ditujukan kepada pihak yang benar,” tegas Anthoni.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Is maupun pihak Kanwil Kemenkumham Babel terkait desakan tersebut. PWI Babel menyatakan siap memfasilitasi mediasi jika kedua pihak sepakat untuk duduk bersama.