Pemkot Pangkalpinang Resmi Jadikan Destar Point Pusat Kuliner Durian, Target Saingi Malaysia dan Thailand

Penulis: Saiful  •  Senin, 06 Juli 2026 | 11:51:01 WIB
Destar Point resmi menjadi pusat kuliner durian di Pangkalpinang dengan bazar perdana pada Juli 2023.

PANGKALPINANG — Destar Point di Jalan Soekarno Hatta tak lagi sekadar kompleks perkantoran terpadu milik pemkot. Kawasan itu kini disulap menjadi pusat jual-beli durian lokal yang diharapkan menjadi ikon baru wisata kuliner ibu kota provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mengapa Destar Point Dipilih Jadi Pusat Durian?

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan Destar Point sengaja dipilih karena lokasinya strategis di pusat kota dan memiliki lahan luas. "Kami menjadikan Destar Point ini sebagai destinasi wisata kuliner durian," ujarnya di Pangkalpinang, Senin.

Pemkot ingin menggeser kebiasaan masyarakat yang hanya mengenal Alun-Alun Taman Merdeka, Bukit Dealova, Wihelmina Park, atau Taman Sari sebagai tujuan wisata kuliner. Destar Point diharapkan menjadi alternatif sekaligus pusat pemasaran durian dari empat kabupaten penghasil: Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan.

Tiga Varietas Unggulan yang Dibanggakan

Durian Cumasi menjadi bintang utama dalam bazar yang berlangsung 5-12 Juli lalu. Selain itu, durian Tembaga dan varietas lokal lainnya turut dipasarkan. "Banyak durian lokal yang diminati seperti durian cumasi, tembaga, dan lainnya yang memiliki cita rasa yang luar biasa enak," kata Saparudin.

Pemkot berjanji setiap musim durian akan ada bazar rutin di Destar Point. Langkah ini sekaligus menjawab kekhawatiran bahwa durian lokal kalah pamor dibanding durian impor dari Thailand, Malaysia, atau Singapura. "Kita ingin durian lokal seperti cumasi ini lebih dikenal masyarakat luas," tegasnya.

Dampak Ekonomi bagi Petani Bangka

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani durian di Pulau Bangka. Selama ini, petani kesulitan menembus pasar kota karena tidak ada pusat distribusi terpadu. Dengan adanya Destar Point, hasil panen bisa langsung dipasarkan ke konsumen di Pangkalpinang tanpa perantara panjang.

"Jangan sampai kita hanya mengenal durian-durian dari negara tetangga tetapi tidak mengenal durian daerah sendiri," ujar Saparudin. Ia optimistis durian Bangka bisa menembus pasar nasional dan internasional jika terus dipromosikan secara konsisten.

Jadwal dan Rencana Ke Depan

Bazar perdana yang berlangsung sepekan ini menjadi uji coba. Pemkot akan mengevaluasi antusiasme pengunjung dan omzet pedagang sebelum menetapkan jadwal tetap. Jika animo tinggi, Destar Point bisa beroperasi setiap akhir pekan selama musim durian.

Pemerintah juga berencana menambah fasilitas pendukung seperti area parkir lebih luas dan panggung hiburan agar pengunjung betah berlama-lama. Langkah ini sejalan dengan visi Pangkalpinang sebagai kota wisata berbasis budaya dan kuliner lokal.

Reporter: Saiful
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top