Pemerintah Bangka Tengah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Enam Kecamatan, Pasar UMKM dan Layanan Publik Ikut Digelar

Penulis: Yasir  •  Senin, 06 Juli 2026 | 23:03:01 WIB
Warga Bangka Tengah menikmati nobar Piala Dunia 2026 di enam kecamatan dengan dukungan pasar UMKM dan layanan publik.

KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memanfaatkan gelaran Piala Dunia 2026 untuk mendorong perputaran ekonomi lokal. Melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di enam kecamatan, masyarakat tidak hanya mendapat hiburan, tetapi juga akses langsung ke produk UMKM dan layanan administrasi tanpa harus ke kantor pemerintahan.

Empat Kecamatan Sudah Tersentuh, Dua Lainnya Menyusul

Hingga pekan ini, nobar telah digelar di Koba, Lubuk Besar, Namang, dan Sungaiselan. Dua kecamatan tersisa, Simpang Katis dan Pangkalanbaru, akan menyusul dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan minimal satu kali nobar di setiap kecamatan, namun frekuensi bisa ditambah jika antusiasme warga tinggi dan jadwal pertandingan menarik.

Bukan Sekadar Nonton Bola, Ada Pasar dan Layanan Publik

Setiap lokasi nobar disulap menjadi pusat kegiatan. Pelaku UMKM setempat diberi ruang menjajakan produk unggulan khas Bangka Tengah. Di sisi lain, warga bisa mengurus dokumen administrasi di gerai pelayanan publik yang didirikan di lokasi yang sama.

"Masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga dapat mengakses berbagai pelayanan publik dan mendukung pelaku UMKM lokal," kata Sekretaris Daerah Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam di Koba, Senin.

Door Prize dan Kuis Tambah Semarak

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, pemerintah daerah menggelar kuis berhadiah dan membagikan door prize. Langkah ini dinilai efektif mendongkrak jumlah pengunjung yang datang ke lokasi nobar sekaligus meningkatkan transaksi di stan UMKM.

Syarifullah menambahkan, kegiatan ini juga memperkuat interaksi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). "Kegiatan seperti ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi pelaku UMKM," ujarnya.

Target: Hiburan Rakyat dan Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap model nobar terintegrasi ini bisa menjadi agenda rutin, tidak hanya selama Piala Dunia 2026. Konsep yang menggabungkan hiburan, pelayanan publik, dan pemberdayaan UMKM dinilai sebagai cara efektif mendekatkan pemerintah dengan warga di tingkat kecamatan.

Syarifullah menekankan, kegiatan ini adalah bentuk komitmen daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat serta menggerakkan perekonomian lokal melalui aktivitas produktif. Antusiasme warga, mulai dari pemuda hingga tokoh masyarakat, menjadi indikator bahwa pendekatan ini tepat sasaran.

Reporter: Yasir
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top