PANGKALPINANG — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, mengatakan pasokan tambahan itu didatangkan untuk memastikan harga tetap stabil. Stok beras saat ini di 17 gudang distributor mencapai 4.137 ton sebelum penambahan.
Subekti menyebut total stok beras yang mencapai 4.161,1 ton dalam pekan ini dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tujuh wilayah. Wilayah itu meliputi Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur.
"Alhamdulillah, hingga saat ini stok dan harga beras masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Subekti di Pangkalpinang, Rabu.
Harga beras eceran di sejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Pangkalpinang tercatat masih bertahan. Beras merek cap sendok (medium) dijual Rp14.400 per kilogram, beras merek RM (premium) Rp15.700 per kilogram, dan beras SPHP Bulog Rp12.600 per kilogram.
Pemerintah daerah di Kepulauan Babel masih mengandalkan pasokan dari luar daerah karena produksi beras petani lokal belum memadai. Subekti menjelaskan produksi beras petani lokal baru sekitar 85 persen dari total kebutuhan masyarakat.
Produksi beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mencapai sekitar 38.115 ton per tahun. Kabupaten Bangka Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan produksi sekitar 26.507 ton.
Dengan produksi yang hanya memenuhi sebagian kecil kebutuhan, sebagian besar pasokan beras harus didatangkan dari luar daerah. Penambahan stok ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang liburan sekolah.