Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bangka Selatan Melonjak, DKPPKB Basel Luncurkan Program Bumil Sehat Tekan Stunting

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 15:38:01 WIB
Petugas kesehatan DKPPKB Basel mengadakan sosialisasi program Bumil Sehat untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

TOBOALI — Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Data DKPPKB Basel pada semester I 2026 mencatat lima kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi, melonjak dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya dua kematian ibu dan delapan kematian bayi.

Kepala DKPPKB Basel dr. Agus Pranawa menyebut kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan sejak masa kehamilan. “Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk dapat memperkuat berbagai langkah pencegahan sejak masa kehamilan,” ungkapnya, Kamis (09/07).

Program Bumil Sehat: Intervensi Berkelanjutan Cegah Kematian dan Stunting

Sebagai respons, DKPPKB Basel meluncurkan rangkaian program intervensi berkelanjutan yang berlangsung selama tiga hari. Kegiatan dimulai dengan Penggerakan Bumil Sehat, dilanjutkan Penggerakan Cegah Stunting pada Selasa (7/7), dan ditutup dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada Rabu (8/7).

Menurut dr. Agus, Penggerakan Bumil Sehat menjadi ujung tombak percepatan penurunan stunting sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi. “Karena berdasarkan data kematian tersebut tentunya menjadi perhatian serius bagi kita semua. Maka dari itu, Penggerakan Bumil Sehat dilaksanakan sebagai upaya nyata menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Basel,” ucapnya.

Ibu Hamil Sehat, Anak Bebas Stunting

Program ini menyasar langsung ibu hamil untuk memastikan mereka sehat, memiliki pengetahuan memadai, dan mendapat pelayanan kesehatan optimal selama kehamilan. Langkah ini dinilai krusial karena pencegahan stunting paling efektif dimulai sebelum bayi lahir.

“Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk intervensi berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus upaya mendukung percepatan penurunan stunting di Bangka Selatan,” jelas dr. Agus.

Lonjakan Kasus Jadi Peringatan Dini

Kenaikan angka kematian ibu dari dua menjadi lima kasus dan kematian bayi dari delapan menjadi 13 kasus dalam kurun waktu setahun menjadi peringatan dini bagi sistem kesehatan di Basel. DKPPKB pun terus menggaungkan upaya promotif dan preventif agar tren ini bisa ditekan ke depannya.

Reporter: Sutomo
Sumber: babelpos.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top