KOBA — Imbauan ini dikeluarkan menyusul prediksi puncak musim kemarau yang akan melanda wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam dua bulan ke depan. Yudhi Sabara, Kamis, mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering yang diperparah embusan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api ke kawasan sekitar.
"Kami minta warga tidak membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar, karena berisiko terjadi kebakaran hutan dan lahan dalam skala luas," kata Yudhi.
Seluruh enam kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah dinilai memiliki tingkat kerawanan terhadap karhutla selama musim kemarau panjang. BPBD meminta warga di semua wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan secara ekstra.
Yudhi menyebutkan, kawasan yang perlu mendapat perhatian lebih berada di sepanjang Jalan Terentang I hingga Terentang II sampai Kelurahan Arung Dalam. Wilayah tersebut memiliki kawasan hutan bergambut dan hutan bakau yang sangat mudah terbakar saat kondisi kering.
Meski melarang, BPBD memberikan kelonggaran bagi warga yang benar-benar terpaksa melakukan pembakaran lahan. Namun, proses tersebut harus dilakukan dengan pengawasan penuh agar api tidak merambat ke lahan maupun kawasan hutan di sekitarnya.
"Jika warga harus terpaksa melakukan pembakaran lahan, harus dijaga supaya tidak menyebar ke mana-mana," ujar Yudhi.
BPBD Bangka Tengah mencatat sebanyak 34 kejadian bencana alam selama periode Januari hingga Maret 2026. Akibatnya, sebanyak 300 warga terdampak dari 255 rumah, serta sekitar sembilan hektare hutan terbakar, meski tanpa korban jiwa.
Rinciannya, dari total kejadian bencana tersebut tercatat 10 kejadian angin kencang, sembilan banjir, dua banjir rob, dan sembilan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Untuk mengantisipasi potensi karhutla saat puncak musim kemarau, BPBD Bangka Tengah terus meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau perkembangan cuaca. Mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat keamanan, dan instansi terkait.
"Partisipasi masyarakat dalam mencegah pembakaran lahan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko karhutla sehingga dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat dihindari," ujar Yudhi.
BPBD mengedepankan sosialisasi cara membersihkan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan agar tidak menimbulkan bencana yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas warga.