Afrika Cetak Rekor Sejarah dengan Sembilan Wakil di Piala Dunia 2026

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 02:39:01 WIB
Afrika mencetak rekor sejarah dengan sembilan wakil di Piala Dunia 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi istimewa bagi Afrika. Perluasan peserta dari 32 menjadi 48 negara membuka jalan bagi sembilan wakil Afrika untuk berlaga—rekor tertinggi sepanjang sejarah kompetisi. Ini melanjutkan evolusi Afrika dari sekadar partisipan menjadi pesaing serius di fase-fase akhir.

Perjalanan Panjang dari Mesir 1934 ke Maroko 2022

Jejak Afrika di Piala Dunia bermula dari Mesir pada 1934 di Italia. Setelah itu, benua ini sempat absen lebih dari tiga dekade hingga Maroko kembali tampil di Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Selama bertahun-tahun, Afrika hanya mendapat satu slot kualifikasi. Titik balik terjadi pada 1982 di Spanyol, ketika Kamerun dan Aljazair tampil bersamaan—pertama kalinya dua wakil Afrika hadir di turnamen yang sama.

Kamerun: Rajanya Frekuensi, Maroko: Rajanya Prestasi

Kamerun menjadi negara Afrika dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, yakni delapan kali sejak debut pada 1982. Pencapaian terbaik mereka terjadi pada 1990 saat menembus perempat final.

Maroko mengikuti di belakangnya dengan tujuh penampilan. Namun, Singa Atlas memegang gelar wakil Afrika paling sukses setelah finis di posisi keempat pada Piala Dunia 2022 di Qatar—pencapaian tertinggi yang pernah diraih tim dari benua tersebut.

Dari Tiga Wakil pada 1994 Menuju Sembilan Tiket pada 2026

Jumlah wakil Afrika terus bertambah secara gradual. Pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, tiga tim Afrika tampil bersamaan. Kini, dengan perluasan format turnamen, Afrika mendapat jatah sembilan tiket—mencatatkan rekor baru dalam sejarah kompetisi.

Kehadiran sembilan wakil ini bukan sekadar angka. Ini cerminan dari pertumbuhan kualitas sepak bola Afrika yang konsisten dalam beberapa dekade terakhir, dari sekadar pelengkap menjadi ancaman serius di panggung global.

Reporter: Sutomo
Sumber: sports.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top