Pemkab Bangka Libatkan Lintas Sektor Wujudkan Program Indonesia ASRI Gagasan Presiden Prabowo, Fokus pada Sampah dan Penghijauan

Penulis: Ragil  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 15:00:01 WIB
Bupati Bangka Fery Insani memimpin kerja bakti Jumat di lingkungan perkantoran sebagai bagian program Indonesia ASRI.

SUNGAILIAT — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap program Indonesia ASRI tidak hanya sekadar seremoni. Pihaknya telah menyusun sejumlah langkah konkret yang langsung menyentuh kebiasaan warga.

Kerja Bakti Jumat dan Pemilahan Sampah dari Rumah

Salah satu langkah paling kasatmata adalah kerja bakti di lingkungan perkantoran setiap hari Jumat yang dipimpin langsung Bupati Bangka, Fery Insani. Selain itu, masyarakat didorong untuk memilah sampah dari sumbernya, yakni sejak di rumah, sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) atau tempat pembuangan akhir (TPA).

"Kami mendukung dan bertekad mewujudkan gerakan program Indonesia ASRI dengan melakukan berbagai aksi kegiatan lingkungan melibatkan lintas sektor," kata Boy Yandra di Sungailiat, Jumat.

Gabungan Organisasi Wanita Jadi Motor Edukasi

Untuk memperkuat edukasi di tingkat akar rumput, DLH Bangka menggandeng Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangka. Organisasi ini bertugas memotivasi warga menjaga pola hidup bersih sekaligus membantu proses pemilahan sampah. DLH juga mengoptimalkan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) serta Rumah Kompos yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Penghijauan Lahan Kritis dan Bank Sampah

Di sektor penghijauan, penanaman pohon dilakukan di lahan-lahan kritis dengan jenis tanaman yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan setempat. Kegiatan ini melibatkan TNI, Polri, BUMN, dan organisasi lainnya secara terpadu.

Boy Yandra menambahkan, kebersihan kota difokuskan dengan menempatkan petugas kebersihan di ruas jalan utama setiap hari. Pemerintah juga menyediakan TPS dan memfasilitasi pengambilan sampah yang dikoordinir oleh kelurahan serta pihak mandiri.

Warga yang ingin menjual barang bekas bisa langsung datang ke Bank Sampah DLH Bangka. Harga yang ditawarkan disesuaikan dengan klasifikasi jenis sampah.

Dua Pilar Utama: Sampah Terintegrasi dan Gentengisasi

Boy Yandra optimistis gerakan ini bisa berhasil karena menyasar dua pilar utama: penanganan sampah yang terintegrasi dan proyek "Gentengisasi" nasional. Ia berharap semangat gotong royong membersihkan lingkungan kembali bangkit di masyarakat.

"Kami menginginkan gerakan gotong royong membersihkan lingkungan kembali dibangkitkan di masyarakat supaya tercipta lingkungan yang bersih serta membangun kebersamaan," ujar Boy Yandra yang juga menjabat Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Bangka Belitung.

Setiap perangkat daerah dan lembaga sekolah disarankan melaporkan progres kegiatan melalui layanan online di tautan ASRI yang telah disiapkan pemerintah pusat.

Reporter: Ragil
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top