PANGKALPINANG — BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan pembangunan enam embung baru akan direalisasikan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau ekstrem yang diprediksi masih berlangsung. Enam titik lokasi yang sudah ditinjau tersebut tersebar di empat kabupaten di provinsi penghasil timah ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji, menyatakan bahwa keenam lokasi tersebut telah melalui proses peninjauan langsung. Rincian proyek meliputi Pembangunan Kolam Retensi Sungai Parit Tiga di Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat.
Selanjutnya, Embung Desa Saing di Kabupaten Bangka, Talud Desa Air Batu di Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, dan Talud Kawasan Minapolitan di Kabupaten Belitung Timur. Dua proyek lainnya adalah Talud Aliran Sungai Berok Belinyu dan Talud Simpang Pha Leat di Kelurahan Kudai, Kabupaten Bangka.
Hal yang menarik dari proyek ini adalah pemanfaatan kolong-kolong bekas penambangan bijih timah sebagai sumber pasokan air utama. "Kita memanfaatkan bekas-bekas tambang, karena air di kolong tersebut masih sangat banyak dan bersih untuk memenuhi kebutuhan air mobil kebakaran dalam penanganan kebakaran hutan, lahan maupun untuk air bersih masyarakat," kata Sandy Aji di Pangkalpinang, Jumat.
Menurutnya, rata-rata kolong bekas tambang di Kepulauan Babel memiliki ukuran besar dan telah berusia puluhan tahun. Kondisi ini membuat air di dalamnya menjadi jernih dan bersih, bahkan layak dikonsumsi masyarakat setelah melalui proses pengolahan sederhana.
Selama ini, warga di sejumlah wilayah Bangka Belitung memang sudah memanfaatkan air dari bekas galian tambang untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya. Dengan dibangunnya embung, akses terhadap sumber air ini akan lebih terjamin, terutama saat kemarau panjang melanda.
"Selama musim kemarau ini air di embung BPBD sudah mengalami penyusutan, sehingga diperlukan pembangunan embung baru," jelas Sandy Aji, menekankan urgensi proyek ini di tengah ancaman krisis air bersih dan risiko kebakaran lahan yang meningkat.
Pembangunan enam embung ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang lebih luas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan ketersediaan cadangan air yang memadai, BPBD berharap respons terhadap titik api (hotspot) bisa lebih cepat, dan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama puncak musim kemarau.