KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Komitmen tersebut diumumkan bertepatan dengan partisipasi Danamon dalam Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, pekan lalu. Dalam forum tahunan yang digelar Krungsri itu, Danamon juga meneken Letter of Intent (LoI) dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bank of Ayudhya (Krungsri), Krungsri Finnovate, dan MUFG Innovation Partners (MUIP).
Acara yang mempertemukan startup, investor, dan korporasi dari Jepang serta ASEAN ini berhasil memfasilitasi lebih dari 500 sesi business matching hanya dalam satu hari. Sebanyak 90 startup dari enam negara, termasuk Indonesia, bertemu dengan 140 perusahaan dan investor global.
Chief Strategy Officer Danamon, Reza Iskandar Sardjono, menyebut partisipasi ini sebagai wujud komitmen perusahaan membangun konektivitas antara ekosistem startup Indonesia dan Jepang. "Melalui sinergi dengan MUFG Global Network, kami ingin menghadirkan akses yang lebih luas bagi startup Indonesia untuk bertemu dengan investor dan korporasi global," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (11/7).
Reza menambahkan, kolaborasi lintas negara menjadi faktor kunci untuk membangun ekosistem startup yang berkelanjutan. Kehadiran MUIP Garuda Fund dan penandatanganan LoI dengan para mitra strategis dinilai akan mempercepat akses startup Indonesia ke pasar internasional.
"Kami percaya bahwa kolaborasi lintas negara adalah kunci untuk menumbuhkan ekosistem startup yang berkelanjutan. Danamon berkomitmen untuk terus menjadi jembatan bagi startup Indonesia dalam mengakses peluang global dan bersaing di pasar internasional," tambah Reza.
Selain sesi business matching, acara tersebut juga diisi dengan startup pitching, pertemuan bisnis satu lawan satu, pameran, diskusi panel mengenai tren investasi regional, serta sesi networking. Inisiatif ini merupakan bagian dari program MUFG Global Network yang dirancang untuk mendorong kolaborasi ekonomi dan inovasi di kawasan.