PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Dinas Koperasi dan UMKM resmi mengaktifkan kembali program Gempur, sebuah inisiatif yang memberdayakan mahasiswa sebagai agen pendamping UMKM di daerah terpencil. Program ini menyasar pelaku usaha di sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha mikro kecil yang selama ini minim akses ke perbankan.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan UBB untuk merealisasikan program ini. "Saat ini, kita sudah bekerja sama dengan Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk mengintensifkan Gempur ini," katanya di Pangkalpinang, Minggu.
Para mahasiswa yang tergabung dalam program ini akan bertugas mendampingi pelaku UMKM di desa-desa dan pulau-pulau kecil. Tugas mereka tidak hanya membantu pengajuan KUR, tetapi juga mendigitalisasi bisnis agar pemasaran produk lebih luas.
Data dari Dinas Koperasi dan UMKM menunjukkan realisasi serapan KUR hingga Juni 2026 baru mencapai Rp838,994 miliar. Angka ini masih jauh dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1,6 triliun. "Program ini memberdayakan mahasiswa sebagai agen pendamping untuk membantu pelaku UMKM di pedesaan dan pulau-pulau kecil untuk mengakses pembiayaan KUR dan mendigitalkan bisnisnya," ujar Muslim.
Keterbatasan jumlah pendamping dari dinas menjadi alasan utama penggandengan mahasiswa. Selama ini, petugas lapangan kewalahan menjangkau daerah terpencil yang akses informasinya terbatas.
Muslim menjelaskan bahwa selama ini penyerapan KUR lebih banyak terjadi di wilayah perkotaan. Pelaku UMKM di perdesaan kerap gagap informasi dan tidak tahu prosedur pengajuan pinjaman ke bank. "Kita akan terus mensosialisasikan dan mengedukasi pelaku UMKM di daerah perdesaan, karena selama ini KUR banyak terserap di daerah-daerah perkotaan," katanya.
Dalam waktu dekat, tim gabungan dari Dinas Koperasi dan mahasiswa UBB akan turun langsung ke beberapa desa di Pulau Bangka. Langkah ini diharapkan bisa mengejar ketertinggalan serapan KUR di wilayah yang selama ini terabaikan.