KOBA — Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyatakan bahwa program bantuan perlengkapan sekolah kembali berjalan pada tahun ini. Sasaran utamanya adalah seluruh siswa dari keluarga kurang mampu di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.
Bantuan yang disiapkan meliputi tas sekolah, sepatu, buku tulis, serta perlengkapan penunjang belajar lainnya. Pemerintah daerah mengalokasikan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa agar proses belajar tidak terhambat oleh keterbatasan alat tulis atau seragam.
“Bantuan perlengkapan sekolah ini memang program setiap tahun dan tahun ini masih berlanjut, dengan sasaran murid SD dan SMP,” kata Algafry di Koba, Senin.
Agar tidak salah sasaran, Pemkab Bangka Tengah akan menggunakan data dari Dinas Pendidikan setempat sebagai dasar penetapan penerima. Bupati menegaskan bahwa validasi data menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang membutuhkan.
“Datanya nanti kita menyesuaikan dari Dinas Pendidikan agar bantuan yang kita salurkan tepat sasaran,” ujarnya.
Algafry menjelaskan bahwa program ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi. Pada awal tahun ajaran baru, kebutuhan pendidikan anak biasanya meningkat drastis dan menjadi beban tambahan bagi orang tua berpenghasilan rendah.
Pemerintah berharap bantuan ini tidak hanya meringankan pengeluaran keluarga, tetapi juga meningkatkan semangat belajar siswa. “Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengikuti proses belajar dengan perlengkapan yang memadai,” tambah Algafry.
Program ini menyasar ribuan siswa di seluruh SD dan SMP negeri maupun swasta di Bangka Tengah. Dengan adanya bantuan perlengkapan sekolah, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli tas atau sepatu baru di awal semester.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan. Langkah ini sejalan dengan prioritas daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.