Tiga Nama Muncul di Balik Peredaran Rokok Ilegal Skala Besar di Bangka Selatan, Toko Besar Diduga Jadi Titik Distribusi

Penulis: Ragil  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 12:52:01 WIB
AP, AH, dan AT disebut sebagai tiga nama yang terlibat dalam jaringan peredaran rokok ilegal skala besar di Bangka Selatan.

TOBOALI — Jaringan peredaran rokok ilegal di Bangka Selatan (Basel) ternyata memiliki struktur yang lebih kompleks dari sekadar penjual eceran. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa AP, seorang warga Kecamatan Toboali yang selama ini dikenal sebagai pengendali utama, ternyata hanya bagian dari rantai distribusi yang lebih besar.

Dua nama lain disebut-sebut sebagai pemasok utama. Mereka adalah AH dan AT, yang diduga menjadi pemasok AP dalam partai besar—mencapai ratusan dus—untuk dijual kembali di Bangka Selatan. Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada AP belum berhasil dilakukan.

Rokok Ilegal Mudah Didapatkan di Toko-Toko Besar

Fakta lain yang terungkap adalah kemudahan akses masyarakat terhadap rokok ilegal. Seorang pengguna yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak kesulitan mendapatkan barang tersebut di Toboali dan sekitarnya.

“Selain harganya murah, rokok ilegal juga mudah didapatkan. Terkadang kami beli di toko-toko besar pasti ada jual rokok ilegal,” ujarnya saat ditemui di sebuah warung kopi di Toboali, belum lama ini.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa distribusi tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan sudah masuk ke jalur ritel formal. Toko-toko besar disebut menjadi salah satu titik penjualan utama.

Bea Cukai dan Penegak Hukum Dipertanyakan

Maraknya peredaran ini memunculkan pertanyaan serius terkait peran aparat penegak hukum dan Kantor Bea Cukai Pangkalpinang. Apakah selama ini pengawasan berjalan efektif, atau justru ada pembiaran?

Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga menimbulkan persaingan tidak sehat bagi pedagang rokok legal yang telah memenuhi kewajiban perpajakan. Harga yang jauh lebih murah menjadi daya tarik utama bagi konsumen di tengah tekanan ekonomi.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepolisian Resor Bangka Selatan maupun Bea Cukai terkait temuan ini. Publik menunggu langkah konkret penindakan hukum terhadap jaringan yang telah merugikan pendapatan negara tersebut.

Reporter: Ragil
Sumber: cerapan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top