SUNGAILIAT — Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinkominfotik mulai memperkuat pertahanan siber di lingkungan birokrasi. Layanan CSIRT yang sudah dibentuk sejak tahun lalu kini diperkenalkan secara resmi ke semua OPD agar setiap instansi memiliki kemampuan merespons serangan digital.
Kepala Dinkominfotik Bangka Teddy Sudarsono menyebut pengenalan ini mendesak dilakukan. Menurutnya, tata kelola sistem digital pemerintahan yang berkembang pesat juga membawa kerentanan baru yang tidak bisa dianggap biasa.
"Penting kami kenalkan layanan CSIRT ke seluruh OPD karena melihat ancaman kerentanan dan resiko siber yang besar dalam tata kelola sistem digital pemerintahan saat ini berkembang pesat," kata Teddy dalam sambutannya di acara sosialisasi CSIRT di Sungailiat, Kamis.
Tim CSIRT bertugas melakukan langkah strategis mulai dari deteksi, respons, hingga penanganan insiden keamanan siber secara cepat, tepat, dan terukur. Teddy menegaskan tim ini akan meningkatkan koordinasi dengan seluruh elemen pemerintah daerah.
"CSIRT sudah kami bentuk tahun lalu, tim akan berupaya meningkatkan koordinasi dengan seluruh elemen pemerintah Kabupaten Bangka terkait upaya pengamanan siber ini," jelas dia.
Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan dari setiap OPD mendapat pembekalan materi mendalam. Teddy berharap peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep, peran tugas, dan mekanisme operasional CSIRT.
"Peserta perwakilan dari OPS yang ikut dalam sosialisasi ini, mendapat pembekalan materi mendalam sehingga memberikan pengalaman dan referensi baru bagaimana cara menangkal pihak-pihak yang mencoba menerobos atau merusak sistem siber kita," ujar Teddy.
Teddy menekankan bahwa penguatan tata kelola keamanan siber merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ia memperingatkan jika ancaman ini tidak segera disikapi, sistem pemerintahan akan sangat rentan terhadap peretasan.
Ia menyarankan agar informasi dan data yang disimpan jangan sampai bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak berkepentingan sehingga merugikan tatanan dalam sistem pemerintahan.
Kepala Bidang Persandian Dinkominfotik Devi Ulya Rakhman mengajak seluruh perangkat daerah bergerak bersama membangun budaya sadar keamanan informasi di instansi masing-masing. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan ketahanan siber organisasi.
"Kami ingin memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangka dalam menghadapi resiko dan kerentanan dunia siber sehingga tercipta ketahanan siber organisasi serta mendukung terciptanya sistem pemerintahan berbasis elektronik yang handal," jelas Devi.