PANGKALPINANG — Suasana Taman Wilhelmina atau yang dikenal juga sebagai Taman Merdeka di pusat Kota Pangkalpinang tampak berbeda pada Kamis pagi. Ratusan siswa baru SD Negeri 18 Pangkalpinang bergerak memunguti sampah plastik, daun kering, hingga botol bekas yang berserakan di area taman ikonik tersebut.
Kegiatan ini merupakan rangkaian MPLS yang sengaja dikemas di luar kelas. Para siswa baru tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi langsung praktik gotong royong membersihkan ruang publik. Mereka didampingi guru dan perwakilan orang tua yang ikut serta mengawal aksi kebersihan itu.
Kepala SD Negeri 18 Pangkalpinang, Dody Iskandar, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya sekolah membangun karakter peserta didik sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di lingkungan pendidikan.
Taman Wilhelmina bukan sekadar taman kota biasa. Lokasi ini merupakan kawasan bersejarah yang menjadi salah satu ikon Kota Pangkalpinang. Dengan membersihkan taman tersebut, siswa diajak untuk mengenal dan mencintai warisan kotanya sendiri.
"Ini adalah bentuk pembelajaran nyata. Anak-anak tidak hanya diberi teori tentang cinta lingkungan, tapi mereka langsung melakukannya di tempat yang memiliki nilai sejarah bagi kota kita," ujar Dody.
Para siswa tampak antusias memunguti sampah menggunakan peralatan kebersihan sederhana yang dibawa dari sekolah. Beberapa di antaranya bahkan berlomba mengumpulkan sampah plastik terbanyak. Orang tua yang hadir juga turun tangan, membantu anak-anak mereka memilah sampah organik dan anorganik.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi para siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus memiliki kesadaran menjaga kebersihan. Sekolah berencana menjadikan aksi serupa sebagai agenda rutin setiap tahun ajaran baru.