PANGKALPINANG — Koperasi di Kota Pangkalpinang bakal bertransformasi ke sistem digital. Pemerintah kota mendorong agar transaksi anggota tidak lagi dilakukan secara tunai, melainkan terhubung dengan pembayaran digital.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Ia menyebut koperasi harus beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan transaksi nontunai.
Menurut Dessy, transformasi yang didorong tidak hanya menyangkut sistem pembayaran. Koperasi juga perlu memperkuat aspek hukum dan tata kelola agar siap bersaing di era modern.
"Peringatan Hari Koperasi ke-79 mengusung tema 'Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya' sebagai penguatan komitmen membangun ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman," ujar Dessy saat membacakan sambutan Menteri Koperasi Republik Indonesia di hadapan peserta rakor.
Rapat Koordinasi Koperasi se-Kota Pangkalpinang digelar di Balai Besar Betason, Gedung Tudung Saji, Kantor Wali Kota. Acara ini dihadiri pengurus koperasi dari berbagai kecamatan di Pangkalpinang.
Pemkot berharap rakor tersebut bisa menjadi forum untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan pengelola koperasi. Salah satu targetnya adalah memastikan setiap koperasi memiliki peta jalan digitalisasi yang jelas.
Dessy menjelaskan bahwa koperasi selama ini kerap menghadapi kendala dalam hal efisiensi dan transparansi. Dengan sistem digital, pencatatan transaksi menjadi lebih rapi dan bisa diakses secara real-time oleh anggota.
Selain itu, keterhubungan dengan platform pembayaran digital memungkinkan anggota bertransaksi kapan saja tanpa harus membawa uang tunai. Hal ini dinilai bisa meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan simpan pinjam dan usaha bersama.
Pemkot Pangkalpinang belum merinci jadwal implementasi penuh sistem digital ini. Namun, sejumlah koperasi di kota tersebut disebut sudah mulai menjajaki kerja sama dengan penyedia jasa pembayaran digital.