MENTOK — Pembangunan Rumah Perlindungan Sosial di Kabupaten Bangka Barat resmi dimulai. Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursyandi, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif.
Rumah Perlindungan Sosial ini dirancang bukan sekadar bangunan fisik. Achmad menekankan bahwa tempat ini akan menjadi lokasi representatif bagi warga yang memerlukan perlindungan dan penanganan sosial.
"Ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan swasta melalui program PPM," ujar Achmad Nursyandi di Mentok, Jumat.
Menurutnya, fasilitas ini juga akan berfungsi sebagai tempat singgah yang mendukung proses pendampingan dan pemulihan bagi warga yang menghadapi permasalahan sosial. Lokasi pembangunan berada di kompleks Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setempat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan layanan sosial berkualitas. Achmad menyebut, dukungan dari dunia usaha seperti PT Aega Prima menjadi bukti kepedulian sektor swasta terhadap kesejahteraan warga.
"Pembangunan akan bisa berjalan dengan peran serta aktif seluruh elemen masyarakat. Kita akan terus menjalin pola kerja sama seperti ini guna mewujudkan masyarakat Bangka Barat yang maju, sejahtera dan bermartabat," katanya.
Jalinan kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia usaha diyakini akan terus dilakukan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Barat secara keseluruhan.