KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pekan lalu, dalam konferensi pendapatan kuartalannya, TSMC mengungkapkan kabar yang menggembirakan bagi industri semikonduktor. Proses fabrikasi A14 (1,4nm-class) menunjukkan lompatan signifikan hanya dalam tiga bulan terakhir, melampaui kecepatan pengembangan N2 (2nm) pada fase yang sama.
“Perangkat seperti produk internal kami menunjukkan hampir 90% performa perangkat dan hampir 90% yield SRAM 256Mb,” ujar C.C. Wei, CEO TSMC, di hadapan analis dan investor.
Pada April 2024 lalu, TSMC melaporkan A14 baru mencapai >85% target performa transistor dan >80% yield SRAM 256Mb. Kini, tiga bulan berselang, kedua angka tersebut mendekati 90%. Artinya, ada peningkatan sekitar 5% pada performa perangkat dan hampir 10% pada yield SRAM.
Sebagai perbandingan, N2 pada April 2023 hanya mencatat >80% performa target dan >50% yield SRAM. Butuh waktu setahun bagi N2 untuk menyentuh >90% performa dan >80% yield. A14 jelas menunjukkan kurva pembelajaran yang lebih curam.
Kecepatan pengembangan A14 tidak lepas dari pengalaman TSMC dengan transistor GAA (gate-all-around) nanosheet. N2 adalah generasi pertama TSMC yang menggunakan struktur transistor ini, sehingga proses belajarnya masih berat. Sebaliknya, A14 mengadopsi GAA generasi kedua.
“A14 bisa memanfaatkan perbaikan desain transistor, penyempurnaan proses, dan keahlian manufaktur yang terkumpul selama pengembangan N2,” jelas Wei. Dengan kata lain, TSMC sudah mengeliminasi banyak faktor pembatas yield yang sebelumnya menghambat N2.
Dibandingkan N2, TSMC memproyeksikan A14 mampu memberikan peningkatan performa 10–15% pada daya dan jumlah transistor yang sama. Alternatifnya, konsumsi daya bisa ditekan 25–30% pada frekuensi dan kompleksitas yang identik. Dari segi kepadatan transistor, A14 menawarkan kenaikan sekitar 20% untuk desain campuran dan 23% khusus untuk logika.
Meski A14 belum memiliki fitur Super Power Rail (backside power delivery) yang baru akan hadir di A12 pada 2029, node ini tetap menarik minat segmen AI/HPC. “Kami mengamati tingkat minat dan keterlibatan pelanggan yang kuat, baik untuk aplikasi smartphone maupun HPC/AI. Aktivitas tape-out pelanggan berjalan lebih cepat dari jadwal,” tambah Wei.
A14 dijadwalkan memasuki produksi massal pada paruh kedua 2028. Dengan progres yang lebih cepat dari N2, ada kemungkinan TSMC memulai high-volume manufacturing (HVM) lebih awal—asalkan desain dari klien sudah siap. Ini kabar baik bagi pengguna yang menantikan chipset flagship untuk HP Android atau iPhone generasi mendatang.
Meski yield SRAM 256Mb yang tinggi bukan jaminan langsung yield fungsional prosesor komersial, angka ini menandakan kepadatan cacat yang rendah dan keseragaman proses yang baik. Artinya, jalan menuju produksi massal A14 tampak lebih mulus dibanding pendahulunya.
Bagi penggemar gadget di Indonesia, ini berarti performa HP flagship pada 2028–2029 berpotensi mengalami lompatan efisiensi daya dan kecepatan yang signifikan, berkat adopsi node 1,4nm ini.