KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Dominasi Toyota di puncak penjualan tidak tergoyahkan. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, pabrikan asal Jepang itu membukukan distribusi dari pabrik ke diler sebanyak 133.928 unit. Angka tersebut setara dengan 30,7 persen pangsa pasar nasional.
Daihatsu mengamankan posisi kedua dengan wholesales 73.545 unit atau 16,8 persen market share. Suzuki dan Mitsubishi Motors melengkapi posisi empat besar dengan penjualan masing-masing 36.319 unit dan 32.588 unit.
Kejutan terbesar datang dari BYD. Produsen kendaraan listrik (EV) asal China ini mencatatkan penjualan kumulatif 23.257 unit sepanjang Januari–Juni 2026. Hasil itu cukup untuk menempatkan BYD di peringkat kelima, sekaligus menggeser Honda yang harus puas di posisi keenam.
Hanya berselang 3.000 unit lebih, Honda menyerah dengan distribusi grosir 20.673 unit. Ini menjadi sinyal pergeseran preferensi konsumen Indonesia yang mulai beralih ke mobil listrik, setidaknya di segmen harga tertentu yang digarap BYD.
Di luar lima besar, persaingan juga ketat. Mitsubishi Fuso, pabrikan kendaraan niaga, menempati peringkat ketujuh dengan 17.535 unit. Disusul pendatang baru Jaecoo yang langsung mencatatkan 17.334 unit di posisi kedelapan.
Isuzu dan Hino melengkapi daftar 10 besar dengan penjualan masing-masing 13.890 unit dan 10.660 unit. Kehadiran dua merek komersial ini menunjukkan segmen truk dan bus masih berkontribusi signifikan terhadap total penjualan nasional.
Secara keseluruhan, Gaikindo mencatat penjualan wholesales pada Juni 2026 mencapai 77.550 unit. Angka ini tumbuh 32,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan pemulihan permintaan pasar yang solid.