KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan layanan ini dirancang untuk memudahkan perusahaan dalam memberikan apresiasi kepada karyawan. "Kehadiran Voltrik menjadi bagian dari komitmen PLN Icon Plus dalam mendukung digitalisasi layanan energi dan memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman bagi pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).
Berbeda dengan voucher belanja atau merchandise, token listrik termasuk hadiah fungsional. Penerima bisa langsung memasukkannya ke meteran listrik di rumah tanpa perlu registrasi atau aplikasi tambahan.
PLN Icon Plus menyasar perusahaan-perusahaan yang selama ini masih menggunakan sistem pembelian token konvensional—lewat agen atau ATM—lalu membagikannya secara manual ke karyawan. Voltrik memotong rantai distribusi itu: cukup unggah daftar penerima, sistem akan mengirimkan kode token langsung ke nomor ponsel masing-masing.
Langkah ini sejalan dengan data Bank Indonesia yang mencatat transaksi uang elektronik terus meroket dalam lima tahun terakhir. Masyarakat, termasuk pekerja kantoran, semakin terbiasa dengan pembayaran nontunai untuk kebutuhan sehari-hari—dari belanja pasar hingga isi ulang listrik.
Chipta menambahkan, perusahaan tidak perlu khawatir soal keamanan transaksi. Sistem Voltrik terintegrasi langsung dengan platform PLN, sehingga token yang dikirimkan valid dan bebas risiko duplikasi. "Kami memastikan setiap token yang diterbitkan tercatat resmi di sistem PLN," katanya.
PLN Icon Plus tidak membatasi segmen pengguna. Perusahaan rintisan hingga korporasi besar bisa memanfaatkan layanan ini. Untuk tahap awal, fitur pembelian massal dan penjadwalan pengiriman token sudah tersedia.
Ke depan, Chipta menyebut pihaknya akan terus mengembangkan Voltrik agar bisa diintegrasikan dengan platform HR perusahaan. "Kami ingin token listrik ini bisa otomatis masuk ke paket tunjangan karyawan setiap bulan, tanpa perlu input manual," pungkasnya.
Dengan Voltrik, perusahaan tak hanya mempermudah administrasi, tapi juga ikut mendorong kebiasaan transaksi digital di tengah masyarakat—sebuah langkah kecil yang dampaknya bisa terasa langsung di dompet karyawan.