KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Video yang beredar luas di media sosial sejak Sabtu (17/7) merekam seorang pria duduk di kursi peserta rapat. Ia tampak fokus menatap layar ponsel yang menampilkan visual permainan game online, sementara latar suara menunjukkan rapat paripurna tengah berlangsung. Potret kontras antara keseriusan forum dan aktivitas pribadi pejabat itu langsung memicu reaksi negatif publik.
Dua anggota DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi dan Anang Sujatno, secara terpisah membantah jika pria dalam video itu adalah wakil rakyat. Purwadi mengonfirmasi kepada detik.com bahwa yang bersangkutan adalah camat yang tengah menghadiri sidang paripurna. "Itu bukan anggota Dewan. Itu camat. Kami semua juga kaget lihat video yang viral itu," ujarnya.
Anang Sujatno menegaskan hal serupa. "Bukan. Bukan anggota DPRD itu, tapi Camat Madiun," tandasnya. Pernyataan ini mengklarifikasi spekulasi awal warganet yang menyangka pelaku adalah anggota legislatif. Kehadiran camat dalam rapat paripurna DPRD merupakan hal lumrah, biasanya untuk menyampaikan laporan atau mendampingi bupati dalam agenda tertentu.
Viralnya insiden ini membuka kembali diskusi soal standar etika dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) saat menghadiri undangan resmi. Rapat paripurna DPRD merupakan forum formal yang membahas kebijakan dan kepentingan publik, bukan tempat untuk kegiatan pribadi. Banyak warganet menilai tindakan camat tersebut tidak menghormati forum dan menunjukkan ketidakseriusan dalam menjalankan tugas kedinasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Madiun atau dari camat yang bersangkutan. Tidak diketahui pula sanksi apa yang akan diberikan kepada pejabat tersebut. Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh ASN bahwa setiap tindakan di ruang publik, terutama di forum resmi yang direkam atau disiarkan, memiliki konsekuensi terhadap citra institusi dan kepercayaan publik.