PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (LPPTKA) DPD BKPRMI resmi mewisuda 2.189 santri pada Minggu lalu. Ribuan peserta tersebut terdiri dari santri TPA Angkatan Ke-XXVI dan Wisuda Tahfidz 30 Juz Angkatan Ke-II Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini bertujuan untuk membentuk fondasi karakter generasi muda yang cinta Al-Qur'an. Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, hadir langsung untuk memimpin prosesi wisuda ribuan anak-anak dari berbagai kelurahan tersebut.
Fokus pada Kecerdasan Spiritual dan Adab Anak
Dalam arahannya, Saparudin menekankan bahwa pendidikan Al-Qur'an bukan sekadar mengejar kemampuan membaca, melainkan membentuk perilaku atau adab. Ia menilai kecerdasan spiritual merupakan penyeimbang dari kemampuan berpikir rasional dan logis yang didapatkan di sekolah formal.
"Al Quran mengajarkan kita, bahwa ilmu itu bukan hanya kecerdasan otak dan berfikir secara rasional, logis saja tetapi juga kecerdasan spiritual sehingga dapat memiliki adab," ujar Saparudin di hadapan para wali santri.
Menurutnya, para santri selama ini telah dibekali pengetahuan tentang cara bersikap kepada orang tua, guru, hingga teman sebaya. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi pegangan utama bagi anak-anak saat berinteraksi di lingkungan masyarakat luas.
Komitmen Melanjutkan Tradisi Mengaji di Masjid
Wali Kota mengingatkan agar momentum kelulusan ini tidak menjadi akhir dari interaksi santri dengan kitab suci. Saparudin berharap aktivitas mengaji tetap menjadi rutinitas harian di rumah maupun di masjid-masjid setempat meskipun mereka sudah tidak lagi berstatus santri TPA.
"Saya berharap para santri yang diwisuda tidak berhenti mengaji dan teruslah mengamalkan Al-Qur’an dalam aktivitas sehari-hari," tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan agar tidak meninggalkan kebiasaan membaca Al-Qur'an setelah dinyatakan lulus. Konsistensi dalam belajar dianggap kunci untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia di masa depan.
Apresiasi untuk Peran Guru Mengaji
Keberhasilan ribuan santri ini mencapai tahap wisuda tidak lepas dari dedikasi para pendidik di tingkat akar rumput. Pemkot Pangkalpinang memberikan apresiasi tinggi kepada para guru mengaji yang telah sabar membimbing anak-anak hingga mampu menyelesaikan target hafalan dan bacaan.
"Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada anak-anak yang lulus dan diwisuda dan diharapkan mereka untuk terus belajar dan membaca Al Quran. Jangan sampai setelah dinyatakan lulus tidak lagi membaca Al Quran di TPA maupun masjid," kata Saparudin mengakhiri sambutannya.
Acara wisuda massal ini menjadi salah satu agenda rutin di Pangkalpinang untuk memastikan program pengentasan buta aksara Al-Qur'an berjalan konsisten di setiap kecamatan.