KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Keberhasilan ini tidak lepas dari kemenangan krusial di hari pertama penyisihan grup. Pelatih Kepala Richard Permana menargetkan timnya harus memenangkan salah satu dari dua laga berat kontra Hong Kong atau Chinese Taipei.
"Target kami adalah memenangi salah satu dari dua laga krusial di hari pertama, melawan Hong Kong atau Taiwan. Itu menjadi kunci," ujar Richard kepada ANTARA melalui pesan singkat.
Indonesia sempat terjungkal 0-2 dari Chinese Taipei. Namun, evaluasi cepat dilakukan dan hasilnya manis: Garuda bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Hong Kong. Target hari pertama pun tercapai sempurna.
Catatan Fase Grup: Tiga Kemenangan, Peringkat Kedua Aman
Secara keseluruhan, Indonesia mencatat tiga kemenangan dari empat pertandingan fase grup. Rinciannya: menang 2-0 atas Kazakhstan, kalah 0-2 dari Chinese Taipei, serta dua kemenangan 2-0 atas Hong Kong, China dan Sri Lanka.
Hasil ini mengantarkan Indonesia bertengger di peringkat kedua klasemen akhir grup. Tiket ke babak utama pun diamankan langsung tanpa harus melalui babak last chance qualifier yang digelar Jumat (6/6).
Adaptasi di Tengah Keterbatasan: Latihan Daring dengan Ping 60
Richard menekankan bahwa pencapaian ini juga menunjukkan kemampuan adaptasi tinggi tim. Persiapan dilakukan secara daring karena salah satu pemain, Darian Wicaksana, tengah berkompetisi di skena esports China dan berada di Shanghai.
"Latihan kami dilakukan dalam beberapa hari secara online karena pemain internasional berada di Shanghai dengan kondisi ping sekitar 60. Namun mereka tetap bisa menjaga performa dan menjalankan strategi dengan baik," jelas Richard.
Skuad Naraka: Bladepoint Indonesia diperkuat oleh Moch. Afthon Fathany, Ararat Samuel Manullang, Natha Diva Arya, dan Darian Wicaksana.
Pekerjaan Rumah: Sinkronisasi Trio dan Keterbatasan Waktu Latihan
Meski tiket sudah di tangan, Richard mengingatkan masih ada pekerjaan rumah besar. Sinkronisasi dan kekompakan pada mode trio menjadi fokus utama yang harus ditingkatkan.
Tantangan bertambah karena Darian akan kembali menjalani kompetisi profesional di China. Waktu latihan bersama pun otomatis menjadi lebih terbatas.
"Kami akan memaksimalkan setiap kesempatan latihan yang ada untuk meningkatkan chemistry dan aspek teknis. Harapannya, saat tampil di Aichi-Nagoya nanti, timnas Indonesia bisa lebih siap dan bersaing di level tertinggi," tutup Richard.