KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Filosofi baru ini pertama kali diuji saat Indonesia menghadapi Saint Kitts & Nevis pada laga debut Herdman. Hasilnya, skuad Garuda tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 70 persen. Tren serupa berlanjut saat melawan Bulgaria, di mana persentasenya justru naik menjadi 71 persen—rekor tertinggi sejauh ini.
Kemenangan Telak 3-0 atas Oman Jadi Bukti Konsistensi
Puncaknya terjadi pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026). Meski persentase penguasaan bola sedikit menurun ke angka 57 persen, Indonesia justru tampil paling efektif. Garuda menutup laga dengan kemenangan telak 3-0 atas Oman.
Angka 57 persen itu tetap cukup untuk membuat Indonesia memegang kendali permainan. Herdman berhasil membangun karakter tim yang sabar dalam menyusun serangan dari lini belakang, sesuatu yang jarang terlihat di era-era sebelumnya.
Bukan Sekadar Angka: Filosofi Baru di Balik 'Herdman Ball'
Bagi pelatih asal Kanada berusia 50 tahun itu, statistik penguasaan bola bukan sekadar angka di atas kertas. Ia ingin para pemain berani memegang bola lebih lama demi mengatur tempo pertandingan. Ketenangan saat membangun serangan menjadi poin utama yang terus ditekankan.
Herdman menargetkan Timnas Indonesia memiliki identitas permainan yang jelas dan konsisten, terlepas dari karakter lawan yang dihadapi. Proses pembenahan tim, menurutnya, masih terus berjalan dan masih banyak aspek yang perlu dikembangkan.
Ujian Fisik Berikutnya: Mozambik di SUGBK
Konsistensi 'Herdman Ball' akan kembali diuji dalam waktu dekat. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Mozambik pada laga kedua FIFA Matchday periode Juni 2026, Selasa (9/6/2026), masih di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Mozambik menghadirkan tantangan yang berbeda. Selain memiliki peringkat FIFA yang lebih tinggi, tim asal Afrika ini mengandalkan kekuatan fisik dan transisi permainan yang cepat. Pertandingan ini akan menjadi indikator apakah Indonesia mampu mempertahankan identitas permainannya saat berhadapan dengan lawan yang lebih agresif secara fisik.