KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Dalam prosesi yang digelar sore hari itu, Prabowo juga melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Keempat pejabat diambil sumpahnya langsung oleh Presiden untuk setia pada Undang-Undang Dasar 1945 dan menjalankan peraturan perundang-undangan.
"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan, dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian bunyi sumpah jabatan yang diucapkan di Istana Kepresidenan.
Pesan Presiden: Etika Jabatan dan Tanggung Jawab Penuh
Dalam arahannya usai pengambilan sumpah, Presiden Prabowo menekankan pentingnya etika jabatan. "Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan. Bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," tegasnya.
Penunjukan Said Iqbal dinilai sebagai langkah strategis. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan di balik keputusan Presiden. Menurutnya, komitmen Said Iqbal dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh menjadi pertimbangan utama.
"Alasan Bapak Presiden menunjuk Presiden Partai Buruh itu karena komitmen menyejahterakan buruh," ujar Prasetyo Hadi. Ia menambahkan, Said Iqbal diminta membantu Presiden berkaitan langsung dengan masalah ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.
Profil Said Iqbal: Dari Aksi Buruh ke Istana
Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, Said Iqbal memiliki latar belakang pendidikan teknik mesin dari Politeknik Universitas Indonesia dan Universitas Jaya Baya, serta master ekonomi dari Universitas Indonesia. Namanya melambung sebagai aktivis buruh sejak memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) periode 2017–2022 dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Selama menjadi aktivis, ia mengusung konsep KLA (Konsep, Lobi, Aksi) dan mendorong gerakan HOSTUM (Hapus Outsourching dan Tolak Upah Murah) pada 2012-2013. Kini, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Buruh.
Prioritas Pemerintah: Formula Baru Kesejahteraan Buruh
Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden Prabowo terus mencari formula untuk memastikan kesejahteraan buruh menjadi prioritas pemerintah. "Bapak Presiden juga terus mencari formula untuk memastikan kesejahteraan buruh dan masalah ketenagakerjaan untuk diprioritaskan pemerintah," katanya.
Pelantikan ini menandai pertama kalinya seorang tokoh yang identik dengan gerakan buruh duduk sebagai penasihat presiden. Said Iqbal diharapkan menjadi jembatan antara aspirasi pekerja di lapangan dengan kebijakan strategis di tingkat istana.