BELITUNG TIMUR — Masjid Agung Darussalam di Kecamatan Manggar menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat Belitung Timur. Meski jamaah salat lima waktu tergolong ramai, perawatan fasilitas masjid selama ini hanya mengandalkan swadaya dari infak jamaah.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Darussalam, Bani Machtum, mengakui biaya perawatan masjid yang besar memaksa pengurus melakukan perbaikan secara bertahap. “Masjid ini cukup besar sehingga biaya perawatannya juga tidak sedikit,” ujarnya.
Prioritas Perbaikan: Pendingin Ruangan dan Sanitasi
Bantuan dari PT Timah akan diprioritaskan untuk memperbaiki fasilitas yang langsung menyentuh kenyamanan jamaah. Menurut Bani, pendingin ruangan di masjid masih sangat terbatas, sementara jumlah jamaah terus bertambah.
“Selama ini pendingin ruangan masih sangat terbatas, padahal jamaah cukup banyak. Selain itu, fasilitas toilet dan saluran pembuangan juga akan diperbaiki supaya lebih bersih, nyaman, dan layak digunakan,” jelasnya.
Masjid Jadi Pusat Kegiatan Keagamaan dan Sosial
Masjid Agung Darussalam tidak hanya digunakan untuk salat lima waktu, tetapi juga menjadi lokasi rutin berbagai kegiatan keagamaan hingga peringatan hari besar Islam. Kegiatan pemerintah daerah pun kerap digelar di tempat ini.
“Untuk salat lima waktu saja jamaah cukup ramai, selain itu, banyak kegiatan keagamaan masyarakat maupun pemerintah daerah yang dilaksanakan di sini,” kata Bani.
Ia mengaku bersyukur atas perhatian PT Timah yang dinilai sangat membantu meningkatkan kualitas fasilitas ibadah bagi masyarakat. “Mudah-mudahan bantuan ini membuat jamaah semakin nyaman beribadah dan kegiatan keagamaan bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya. (*)