KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Gempa yang mengguncang Flores pekan lalu tidak hanya melumpuhkan jaringan listrik utama, tetapi juga merusak infrastruktur pembangkit di sejumlah pulau terpencil. Di Pulau Palue, yang berada di utara Flores, pasokan listrik warga sebelumnya bergantung pada PLTS berkapasitas 760 kilowatt (kW) yang dilengkapi sistem baterai dan genset mobile 2x150 kW. Guncangan keras membuat komponen PLTS dan baterai rusak, sehingga aliran listrik ke rumah-rumah warga terputus.
Perjalanan Laut Jadi Tantangan Pemulihan
Proses perbaikan di Pulau Palue tidak bisa dilakukan instan. Tim teknis PLN harus menyeberang menggunakan jalur laut karena lokasi pulau yang terpisah dari daratan utama Flores. Personel, peralatan, dan genset pengganti sementara dikirim melalui kapal untuk mempercepat pemulihan.
Rita Triani, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, mengatakan bahwa setelah pembangkit utama Flores normal, fokus tim beralih ke wilayah-wilayah yang selama ini mengandalkan sistem listrik mandiri. "Untuk Pulau Palue, sambil memperbaiki PLTS dan baterai yang mengalami kerusakan, kami memastikan kondisi kesiapan genset sebagai pasokan sementara agar masyarakat bisa kembali mendapatkan listrik secepat mungkin," ujarnya, Senin (17/8).
Ia menambahkan, akses yang sulit tidak menghalangi upaya percepatan. "Akses menuju lokasi memang menjadi tantangan, tetapi tim kami terus bergerak membawa personel dan peralatan yang dibutuhkan. Kami ingin pemulihan tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga dilakukan dengan mengutamakan keselamatan sehingga sistem yang kembali beroperasi benar-benar dalam kondisi aman," kata Rita.
Jaringan Distribusi dan Baterai Jadi Prioritas Perbaikan
Selain memperbaiki pembangkit, PLN juga membenahi jaringan distribusi di Pulau Palue yang ikut rusak akibat gempa. Perbaikan dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi infrastruktur di lapangan yang masih perlu didata ulang.
Upaya serupa berjalan di Golo Lebo, Manggarai Timur. PLTS berkapasitas 440 kWp di sana juga rusak terkena guncangan. Hingga Senin (17/8), dua unit sistem baterai yang rusak sudah berhasil diperbaiki. Baterai tersebut selanjutnya akan disambungkan kembali ke PLTS agar dapat menyimpan energi dan menyalurkan listrik ke masyarakat.
Rita menegaskan komitmennya untuk terus mengerahkan sumber daya sampai seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih. "Tim PLN akan terus bekerja sampai listrik kembali hadir dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat berangsur normal," pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur kelistrikan di daerah kepulauan memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Dengan sistem yang tersebar dan bergantung pada transportasi laut, waktu pemulihan pascagempa di wilayah terpencil otomatis lebih lama dibandingkan daerah yang terhubung jaringan utama.