Pencarian

Gubernur Babel Sebut Pulau Rengit Jadi Percontohan Ekosistem Energi Bersih, Listrik Kini Menyala 24 Jam

Minggu, 23 Agustus 2026 • 13:11:32 WIB
Gubernur Babel Sebut Pulau Rengit Jadi Percontohan Ekosistem Energi Bersih, Listrik Kini Menyala 24 Jam
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani meninjau proyek Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Belitung.

PANGKALPINANG — Pulau Rengit di Kabupaten Belitung kini menjadi sorotan nasional setelah diresmikan sebagai percontohan ekosistem energi bersih kepulauan. Proyek bernama Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) ini digarap Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama PT PLN (Persero) untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik yang selama ini membelenggu aktivitas warga.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar membangun infrastruktur kelistrikan biasa. Ia menilai kehadiran GEET merupakan langkah konkret menghadirkan energi bersih sekaligus menjawab tantangan pemenuhan energi di pulau-pulau kecil yang tersebar di daerahnya.

"Bagi kami, ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi sebagai langkah nyata menghadirkan energi bersih di wilayah kepulauan, sekaligus menjawab tantangan pemenuhan energi di pulau-pulau kecil," ujarnya di Pangkalpinang, Minggu.

Teknologi yang Ditanam di Pulau Rengit

GEET Pulau Rengit mengintegrasikan sejumlah teknologi energi terbarukan dalam satu ekosistem. Berbagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sistem penyimpanan energi, turbin angin, hingga hidrogen hijau dan fuel cell dipadukan dengan konsep agrovoltaic serta sistem manajemen energi cerdas.

"Ekosistem GEET di Pulau Rengit ini menjadi contoh pemanfaatan teknologi energi bersih yang dapat dikembangkan secara nyata di wilayah kepulauan," kata Hidayat Arsani.

Dampak Langsung bagi Nelayan dan Warga

Perubahan paling terasa dari kehadiran proyek ini adalah pasokan listrik yang kini menyala selama 24 jam penuh. Sebelumnya, warga Pulau Rengit harus berhadapan dengan keterbatasan energi yang menghambat aktivitas sosial dan ekonomi harian mereka.

Dengan listrik yang stabil, para nelayan setempat disebut bisa memanfaatkan cold storage untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Sementara itu, lahan kosong di sekitar kawasan pembangkit dapat digunakan untuk aktivitas pertanian dengan konsep agrovoltaic, di mana panel surya dan tanaman bisa berbagi lokasi yang sama.

"Kondisi ini tentunya membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi, termasuk nelayan melalui pemanfaatan cold storage serta pemanfaatan lahan dengan konsep agrovoltaic," terang gubernur.

Dukungan Dewan Energi Nasional dan PLN

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) RI Sripeni Inten Cahyani mengapresiasi kolaborasi PLN dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan energi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta pulau-pulau yang tersebar.

"Ini menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan energi daerah dapat mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya.

Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra menilai pembangunan energi hijau di Pulau Rengit memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat. Ia berharap energi bersih ini bisa menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan peningkatan nilai tambah bagi warga Pulau Rengit.

"Kami berharap energi bersih tidak hanya menyelesaikan persoalan kelistrikan, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan peningkatan nilai tambah bagi masyarakat Pulau Rengit," kata Edwin.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks