Pencarian

Bupati Belitung Dorong Raperda Pembangunan Industri 20 Tahun, Target Setop Jual Bahan Mentah

Senin, 24 Agustus 2026 • 21:41:31 WIB
Bupati Belitung Dorong Raperda Pembangunan Industri 20 Tahun, Target Setop Jual Bahan Mentah
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyampaikan Raperda Rencana Pembangunan Industri 2025-2045 kepada DPRD setempat pada Senin.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Belitung 2025-2045 kepada DPRD setempat pada Senin. Raperda inisiatif ini dirancang untuk mengubah struktur ekonomi daerah dari sekadar penjual bahan mentah menjadi pusat pengolahan yang menciptakan nilai tambah. Langkah ini menyasar sektor timah, galian C, perikanan, pertanian, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.

BELITUNG — Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan transformasi ekonomi besar-besaran dalam dua dekade ke depan. Raperda inisiatif tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Belitung Tahun 2025-2045 yang disampaikan ke DPRD Senin lalu menjadi peta jalan perubahan tersebut.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam saja tidak lagi cukup. Menurutnya, kemampuan menciptakan nilai tambah dari potensi lokal adalah kunci kekuatan ekonomi daerah yang sesungguhnya.

Mengapa Belitung Tidak Bisa Hanya Jual Ikan Segar dan Bijih Timah?

Raperda ini hadir di tengah kekhawatiran atas ketergantungan daerah pada penjualan komoditas mentah. Pemerintah kabupaten menilai model ekonomi seperti ini tidak berkelanjutan untuk menopang kesejahteraan masyarakat Belitung dalam jangka panjang.

Djoni memberikan contoh konkret dari sektor perikanan dan pertanian. Hasil tangkapan nelayan tidak lagi cukup dijual sebagai ikan segar, dan hasil tani tidak boleh berhenti sebagai komoditas mentah. Keduanya wajib ditransformasikan melalui modernisasi teknologi, pengolahan, hingga penguatan merek.

"Hasil tangkapan ikan tidak cukup hanya dijual sebagai ikan segar, hasil pertanian tidak berhenti sebagai komoditas tani, dan mineral tidak cukup hanya berhenti sebagai bahan mentah. Kita harus membangun industri pengolahan, keterampilan teknis, penguatan merek, hingga penyerapan pasar," ujarnya.

Industri Pengolahan Jadi Kunci, Vokasi dan Pelabuhan Disiapkan

Proyeksi pembangunan industri Belitung tidak hanya berfokus pada pembangunan pabrik. Rencana ini terintegrasi dengan penguatan vokasi tenaga kerja lokal, efisiensi logistik, dan konektivitas pelabuhan.

Langkah tersebut dirancang untuk menarik investasi masuk ke Belitung. Di saat yang sama, pemerintah daerah ingin memperkuat pelaku usaha lokal tanpa mengorbankan daya dukung lingkungan.

Bupati menegaskan bahwa ukuran keberhasilan raperda ini tidak dihitung dari banyaknya pabrik yang berdiri. Indikator utamanya adalah besarnya nilai ekonomi yang tertinggal dan dirasakan langsung oleh warga Belitung.

"Arah kita jelas dari sekadar menjual apa yang kita punya menjadi menciptakan nilai dari apa yang kita punya. Dari daerah penghasil menjadi daerah pengelola, dan akhirnya menjadi daerah yang mengubah potensi menjadi kesejahteraan," katanya.

Sektor Prioritas: dari Timah hingga Ekonomi Kreatif

Dalam penyampaiannya di DPRD Belitung, Djoni merinci sektor-sektor unggulan yang menjadi fokus pembangunan industri. Peningkatan mata rantai nilai akan difokuskan pada komoditas strategis seperti timah dan galian C.

Selain sektor mineral, perikanan dan pertanian menjadi prioritas utama. Pariwisata dan ekonomi kreatif juga masuk dalam daftar sektor yang akan didorong untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan asli daerah.

Raperda ini kini memasuki tahap pembahasan lebih lanjut antara eksekutif dan legislatif. Jika disahkan, dokumen ini akan menjadi payung hukum pembangunan industri di Belitung hingga tahun 2045.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks