Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menggencarkan Gerakan ABCDE sebagai langkah strategis menekan angka stunting yang saat ini tercatat 14,4 persen, jauh di bawah rata-rata nasional. Gerakan dari Kementerian Kesehatan ini menyasar ibu hamil dan remaja putri untuk membangun budaya hidup sehat sejak dini demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
PANGKALPINANG — Angka prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang yang mencapai 14,4 persen pada 2025 menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk terus menggencarkan program pencegahan. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan prevalensi nasional yang berada di angka 19,8 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Affendi, menyatakan gerakan ini merupakan ajakan sederhana yang mudah diingat masyarakat, namun memiliki makna besar untuk melindungi generasi penerus bangsa.
Lima Langkah Konkret Gerakan ABCDE
Gerakan ABCDE yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini berisi lima langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap keluarga. Pertama, aktif minum tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil dan remaja putri.
Kedua, ibu hamil diwajibkan teratur memeriksakan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan. Ketiga, mencukupi konsumsi protein hewani untuk anak dan ibu hamil sebagai asupan penting bagi pertumbuhan.
Langkah keempat, masyarakat diminta datang ke posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang anak. Kelima, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan penuh untuk bayi.
Peran Keluarga Menjadi Kunci Keberhasilan
Pemkot Pangkalpinang menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan dan pemerintah semata. Tanggung jawab ini harus dipikul bersama oleh setiap keluarga serta elemen masyarakat di daerah ini.
"Kita terus memperkuat gerakan pencegahan stunting ini dan memastikan setiap keluarga mendapatkan prioritas pelayanan serta pendampingan yang dibutuhkan," kata Agustu Affendi di Pangkalpinang, Senin.
Melalui gerakan ini, Pemkot Pangkalpinang ingin membangun budaya hidup sehat yang dimulai sejak sebelum kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Target jangka panjangnya, menjadikan Pangkalpinang sebagai kota zero stunting.
"Kita sudah mencanangkan Gerakan ABCDE ini dan ini harus menjadi budaya masyarakat agar Pangkalpinang ini menjadi kota zero stunting," tegasnya.
Dengan prevalensi yang sudah berada di bawah angka nasional, Pangkalpinang dinilai memiliki peluang besar untuk mencapai target tersebut apabila seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi aktif dalam setiap program yang dijalankan pemerintah daerah.