PANGKALPINANG — Puluhan kader Maritim Muda Nusantara (MMN) Cabang Bangka mengikuti upgrading kepengurusan di Pantai Tanjung Ratu, Pangkalpinang. Acara pada Jumat (9/5/2026) ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi dan kepedulian generasi muda terhadap wilayah pesisir dan laut.
Kegiatan menghadirkan pemateri dari berbagai bidang. Materi mencakup wawasan kemaritiman, advokasi pesisir, konservasi laut, hingga keselamatan perairan.
Pemateri yang hadir antara lain Abdulloh dari MMN Pusat, perwakilan WALHI Bangka Belitung, Wawan Ridwan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Babel, serta M. Adam Malik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ketua MMN Cabang Bangka, Lakeanu, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membentuk pemuda maritim yang peduli lingkungan. Ia menekankan peran anak muda sebagai agen perubahan di masyarakat.
"Kami ingin kader tidak hanya paham teori, tapi juga mampu bergerak dan mengadvokasi isu-isu pesisir," ujarnya dalam sambutan.
Sorotan tajam disampaikan Ketua MMN Babel, Dhimas Rivaldi Pratama. Menurutnya, dampak tambang laut tidak terbatas pada lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Ia menjelaskan sedimentasi akibat tambang telah menggerus ekosistem laut dan hasil tangkapan nelayan. Kondisi ini, kata Dhimas, membutuhkan kepatuhan terhadap aturan tata ruang laut.
Dhimas menegaskan pentingnya penerapan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). Aturan ini harus dijalankan agar pengelolaan ruang laut seimbang antara sektor pertambangan, pariwisata, konservasi, dan wilayah tangkap nelayan.
Kegiatan upgrading berlangsung antusias. Diskusi aktif terjadi antara peserta dan pemateri seputar isu kemaritiman dan tantangan lingkungan di pesisir Bangka Belitung.
Panitia berharap kegiatan ini melahirkan generasi muda maritim yang kritis, adaptif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir. Ke depan, MMN Cabang Bangka berencana melanjutkan program serupa di titik-titik pesisir lain di provinsi ini.