KOBA — Kenaikan harga bahan pokok di Bangka Tengah masih dalam batas wajar meskipun sejumlah komoditas mencatat lonjakan harga dalam sepekan terakhir. Data pemantauan Disperindagkop dan UKM setempat menunjukkan cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi, yakni Rp 74.000 per kilogram.
Berdasarkan data pemantauan harga per Senin lalu, kenaikan terjadi pada tiga jenis cabai. Cabai merah besar naik dari Rp 61.667 menjadi Rp 66.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting naik dari Rp 62.400 menjadi Rp 65.000 per kilogram. Cabai rawit merah naik tipis dari Rp 73.333 menjadi Rp 74.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga bawang merah justru turun dari Rp 50.833 menjadi Rp 47.000 per kilogram. Bawang putih juga turun tipis dari Rp 41.667 menjadi Rp 41.600 per kilogram. Fluktuasi harga ini disebut sebagai siklus musiman yang lazim terjadi.
Irwandi memastikan ketersediaan bahan pokok di Bangka Tengah relatif aman. Pasokan untuk komoditas hortikultura, beras, telur, gula, dan elpiji masih mencukupi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
"Mulai dari hortikultura, beras, telur, gula, dan elpiji masih relatif aman, baik di tingkat distributor maupun pedagang," ujar Irwandi.
Disperindagkop dan UKM Bangka Tengah juga terus berkoordinasi dengan distributor dan pedagang untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Langkah ini dilakukan agar pasokan tetap tersedia di pasaran dan harga tidak meroket di luar kendali.
Pemantauan harga secara berkala menjadi andalan Disperindagkop untuk menjaga stabilitas pasokan. Irwandi menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawasi pergerakan harga di pasar tradisional sebagai upaya mengantisipasi gejolak yang bisa mempengaruhi daya beli masyarakat.
"Pemantauan secara berkala terhadap harga dan ketersediaan stok diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya.
Pemerintah daerah belum menyebutkan adanya rencana operasi pasar atau intervensi harga langsung selama kenaikan masih dalam batas wajar. Namun, koordinasi dengan distributor terus diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.