KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kia memutuskan untuk pensiunkan K9 (dikenal sebagai K900 di Amerika Serikat) dari lini produksinya di seluruh dunia. Menurut laporan The Korea Economic Daily pada 6 Juli lalu, pabrikan Korea ini akan menghentikan perakitan K9 tanpa memberikan penyegaran, perubahan model penuh, atau penerus langsung. Alasan utamanya adalah pergeseran strategi perusahaan ke kendaraan listrik yang lebih kecil, lebih murah, dan lebih efisien.
K9 pertama kali meluncur pada 2012 sebagai penerus Opirus (dijual sebagai Amanti di AS), yang merupakan upaya pertama Kia masuk ke segmen sedan premium. Selama bertahun-tahun, K9 dikenal sebagai alternatif yang lebih terjangkau ketimbang merek mewah Eropa atau Jepang. Namun, posisinya tergerus oleh kehadiran Genesis G80, G90, dan Hyundai Grandeur generasi baru.
Penurunan penjualan sudah terlihat sejak 2022. Data menunjukkan Kia hanya menjual 3.898 unit K9 pada 2023, lalu turun drastis menjadi 1.581 unit pada 2025. Paruh pertama tahun ini, angkanya bahkan cuma 734 unit. Ketiadaan opsi hybrid yang lebih efisien juga disebut sebagai faktor yang mempercepat keputusan ini.
Kia tidak hanya menghentikan K9, tetapi juga mengalihkan jalur produksi dan tenaga kerja untuk mendukung peluncuran model listrik baru. Beberapa kendaraan yang akan mendapat prioritas adalah EV4 dan EV5 yang sudah mulai dipasarkan global, serta EV2 yang meluncur awal tahun ini. Target Kia, akan ada 14 model EV yang dijual hingga 2030.
Selain itu, Kia juga serius menggarap lini bisnis PBV (Platform Beyond Vehicle) alias van listrik. PV5, van listrik pertama Kia, disebut sudah menunjukkan permulaan yang menjanjikan. Tahun depan, Kia akan meluncurkan PV7 yang lebih besar, disusul PV9 pada 2029.
Kia juga bertaruh pada software-defined vehicles (SDV) sebagai masa depan. Model pertama yang menggunakan konsep ini adalah hatchback listrik kompak dengan kode nama "XV1", yang rencananya dirilis di Korea dan Eropa pada 2027. Mobil ini, yang kemungkinan besar akan dinamai EV1, akan dibekali kemampuan mengemudi otonom Level 2+ di jalan tol. Pada awal 2029, Kia menargetkan peningkatan ke Level 2++, yang memungkinkan mobil beroperasi secara otonom di perkotaan.
Meski Kia pernah mengisyaratkan keberadaan sedan listrik flagship lewat konsep Meta Turismo—yang mungkin akan dinamai EV8—belum ada kepastian soal produksi massalnya. Untuk saat ini, fokus Kia jelas tertuju pada model EV bervolume tinggi seperti EV2, EV3, EV4, dan EV5. Keputusan menghentikan K9 sekaligus menegaskan bahwa era sedan besar bermesin konvensional di Kia sudah benar-benar berakhir.