Pencarian

Pasar Mobil Bekas Masih Punya PR Besar, Deretan EV China Jarak Jauh dan Rp200 Jutaan Menggoda Konsumen

Senin, 06 Juli 2026 • 14:43:31 WIB
Pasar Mobil Bekas Masih Punya PR Besar, Deretan EV China Jarak Jauh dan Rp200 Jutaan Menggoda Konsumen
Pasar mobil bekas Indonesia menghadapi tantangan standar kualitas dan transparansi riwayat servis.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Asosiasi Pasar Mobil Bekas Indonesia (AMBI) buka suara soal kondisi industri yang terus tumbuh, tapi masih dibayangi sejumlah persoalan struktural. Permintaan masyarakat terhadap kendaraan bekas memang naik, didorong daya beli yang ketat dan harga mobil baru yang terus meroket. Namun, tanpa perbaikan di hulu, kepercayaan pembeli bisa tergerus.

Standarisasi Kualitas dan Transparansi Riwayat Servis

Setidaknya ada tiga pekerjaan rumah utama yang disorot AMBI. Pertama, standarisasi kualitas kendaraan bekas yang masih sangat timpang antar pedagang. Kedua, transparansi riwayat servis yang kerap menjadi misteri bagi pembeli. Ketiga, kepastian regulasi yang hingga kini belum memberikan payung hukum yang jelas bagi transaksi jual-beli mobil bekas.

Perbaikan di aspek-aspek ini dinilai krusial agar pasar mobil bekas tidak hanya ramai, tapi juga sehat dan dipercaya. Konsumen butuh jaminan bahwa mobil yang mereka beli bukan sekadar murah, tapi juga tercatat riwayat perawatannya.

Mobil Listrik China: Jarak Tempuh Makin Gila, Harga Makin Turun

Sementara itu, dari kubu kendaraan listrik, produsen asal China terus menunjukkan taringnya. Bukan cuma dari sisi harga yang mulai menyentuh kelas Rp200 jutaan, tapi juga kemampuan jelajah yang kian impresif. Berbekal baterai generasi terbaru dan sistem manajemen energi yang lebih efisien, sejumlah model anyar diklaim mampu menempuh jarak sangat jauh dalam sekali cas.

Faktor jarak tempuh ini menjadi senjata utama untuk membujuk konsumen yang masih ragu beralih ke mobil listrik. Ketakutan akan range anxiety perlahan terkikis oleh data teknis yang menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Persaingan antar merek China pun diprediksi semakin sengit, terutama setelah teknologi baterai solid-state mulai diterapkan secara massal.

Segmen Rp200 Jutaan: Gerbang Massal Elektrifikasi?

Yang tak kalah menarik adalah menjamurnya mobil listrik di segmen harga Rp200 jutaan. Beberapa merek asal China sudah mengonfirmasi akan memboyong model-model dengan banderol tersebut ke Indonesia. Kombinasi harga kompetitif, fitur modern, dan teknologi elektrifikasi yang matang menjadi tawaran yang sulit ditolak.

Bertambahnya pilihan di kelas ini membuka peluang lebih besar bagi konsumen untuk mencoba kendaraan listrik sebagai kendaraan utama. Tekanan persaingan juga memaksa produsen untuk tidak hanya bersaing di harga, tapi juga meningkatkan kualitas produk dan layanan purna jual—dua faktor yang selama ini menjadi kelemahan pemain baru di pasar Indonesia.

Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks