PANGKALPINANG — Daun bambu kering asal Bangka Belitung kini menembus pasar Inggris. Balai Karantina setempat mendampingi pelaku UMKM dalam proses ekspor komoditas non-tradisional ini sebagai bagian dari upaya diversifikasi produk unggulan daerah.
Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti, mengatakan pendampingan bertujuan memastikan daun bambu kering memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan. "Kami siap mengawal dan membantu pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya secara kompetitif, berdaya saing dengan produk berstandar kesehatan dan jaminan mutu serta kualitas yang sesuai peraturan berlaku," ujarnya di Pangkalpinang, Jumat.
Daun Bambu Hingga Buah Cemara Laut: Potensi Ekspor Baru
Tidak hanya daun bambu, Karantina juga mendorong pelaku UMKM menggali potensi komoditas lain yang melimpah di Bangka Belitung. Beberapa di antaranya adalah daun ketapang, manggis, dan buah cemara laut.
"Kita terus mendorong pelaku UMKM menggali potensi ekspor komoditas-komoditas baru lainnya yang tidak membutuhkan prosesing rumit, mudah dicari, ditemukan dan semua elemen masyarakat ikut berwirausaha mengembangkan produk baru tersebut," kata Herwintarti.
Layanan Terpadu di Border Permudah Eksportir
Untuk mempercepat proses ekspor, Karantina bersama instansi terkait menerapkan sistem pelayanan terpadu yang terintegrasi di perbatasan (border). Pelaku UMKM cukup mengajukan satu kali permohonan yang kemudian diproses bersama-sama dengan lembaga lainnya.
"Kami siap memberikan pelayanan dan informasi bahwa sistem permohonan ekspor ini cukup satu kali yang selanjutnya akan dilayani secara bersama-sama dengan instansi terkait lainnya," tegas Herwintarti.
Langkah ini menjadi angin segar bagi UMKM lokal yang selama ini kesulitan menembus pasar internasional karena prosedur rumit. Dengan pendampingan karantina, produk-produk non-tradisional seperti daun bambu kering punya peluang lebih besar bersaing di pasar global.