BANGKA BARAT — Kelapa Expo Vol. 2 yang akan digelar selama empat hari pada Juli 2026 di Eks Lapangan Bola Kelurahan Kelapa tidak hanya menjadi ajang jualan produk lokal. Event ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi warga sekaligus menjadi panggung bagi seni dan tradisi yang mulai jarang terlihat.
Target 100 UMKM, 82 Sudah Mendaftar
Ketua Pelaksana Kelapa Expo Vol. 2, Khoirussoleh, mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan lebih dari 100 pelaku UMKM ambil bagian. Hingga saat ini, 82 UMKM dari berbagai daerah di Bangka Belitung telah mendaftar, dan sekitar 20 di antaranya berasal dari Kecamatan Kelapa.
“Tahun lalu target kami 50 UMKM, ternyata yang ikut sekitar 80 UMKM. Tahun ini kami optimistis bisa melampaui 100 peserta,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap event ini terus bertambah sejak penyelenggaraan perdana.
Kembalikan Tradisi yang Mulai Jarang Ditampilkan
Selain bazar UMKM, Kelapa Expo Vol. 2 juga menghadirkan atraksi budaya seperti tari tradisional, pencak silat dari Desa Kacung, pertunjukan Pangkak Gasing, hingga musik dambus dan tari sambut. Khoirussoleh mengatakan banyak potensi seni lokal yang selama ini tidak memiliki panggung untuk tampil.
“Kami ingin membangkitkan kembali kearifan lokal seperti Pangkak Gasing, permainan tradisional, dambus, hingga tari sambut agar semakin dikenal masyarakat,” jelasnya.
Pada malam penutupan, panitia juga akan menghadirkan konser grup musik Tip X.
Menciptakan Destinasi Singgah Baru di Kecamatan Kelapa
Ide penyelenggaraan Kelapa Expo berangkat dari keresahan pemuda setempat yang tergabung dalam Yayasan Tunas Muda Kelapa. Kecamatan Kelapa dinilai belum memiliki pusat kegiatan atau destinasi yang membuat orang singgah.
“Kami berinisiatif membuat event yang mampu menggerakkan perputaran ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi yang kami miliki,” kata Khoirussoleh.
Dukungan PT TIMAH di Luar Wilayah Tambang
PT TIMAH (Persero) Tbk turut mendukung penyelenggaraan Kelapa Expo Vol. 2. Khoirussoleh mengapresiasi hal ini karena Kecamatan Kelapa bukan merupakan kawasan pertambangan, namun perusahaan tetap memberikan perhatian.
“Bantuan ini sangat membantu kegiatan sehingga Kelapa Expo dapat terlaksana dengan baik. Harapan kami, event ini bisa terus berlanjut menjadi agenda tahunan,” tuturnya.
Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan bahwa manfaat program sosial perusahaan tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah operasional pertambangan, tetapi juga menjangkau daerah lain yang memiliki potensi untuk berkembang.