SUNGAILIAT — Empat kapal nelayan asal Sungailiat, Bangka, menjadi korban tabrakan dengan sebuah tugboat (taakbout) yang menarik tongkang di perairan Bangka Belitung. Peristiwa terjadi pada pukul 00.56 WIB, Minggu (12/7/2026), di titik koordinat 106.24, sekitar 50 mil dari daratan.
Informasi yang dihimpun dari nelayan setempat menyebutkan, tiga kapal beserta awaknya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, satu kapal lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya. Dua orang yang berada di kapal tersebut, yakni Dika (14) dan ayahnya, Udit (38), masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Dua nelayan Sungailiat, Rahmat dan Rino, menjadi pihak pertama yang melaporkan kejadian ini. Mereka memberikan informasi kepada awak media Poltamnews.com melalui sambungan WhatsApp. "Telah terjadi lagi tabrakan oleh taakbout gandeng dengan 4 kapal nelayan di perairan Sungailiat," ujar mereka dalam pesan yang diterima.
Informasi tersebut langsung diteruskan oleh awak media kepada Satuan Polisi Perairan (Polairud) wilayah Bangka Belitung, yang diterima oleh petugas bernama Juanda. Menindaklanjuti laporan itu, Sat Polairud Babel segera mengoordinasikan upaya pencarian dengan wilayah terkait.
Hingga berita ini ditayangkan, proses pencarian terhadap Dika dan Udit masih terus dilakukan. Sejumlah nelayan setempat turut serta membantu upaya penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian. Tim media Poltamnews.com menyatakan masih akan terus menggali informasi lebih lanjut untuk memastikan validitas data melalui pengecekan langsung ke Sat Polairud.
Peristiwa ini menjadi kecelakaan laut berulang yang melibatkan kapal nelayan dan tugboat di perairan Bangka Belitung. Para nelayan setempat kerap mengeluhkan aktivitas alur lalu lintas kapal besar yang dinilai membahayakan kapal-kapal kecil saat melaut, terutama pada malam hari.